Senin 19 Dec 2022 12:43 WIB

Dua WNA China Meninggal dalam Kecelakaan Kereta Cepat Merupakan Teknisi

Selain dua korban meninggal, ada empat korban luka akibat kecelakaan kereta cepat.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) KAI tengah menyiapkan rangkaian KA feeder Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).
Foto: Humas PT KAI
PT Kereta Api Indonesia (KAI) KAI tengah menyiapkan rangkaian KA feeder Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kecelakaan antara lokomotif kereta cepat dan kereta teknis di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Ahad (18/12/2022), mengakibatkan dua warga negara asing (WNA) asal China meninggal dunia. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo membenarkan dua korban tewas adalah warga negara China. 

Keduanya bekerja sebagai teknisi. "Betul (WNA China), informasi dari Polda Jawa Barat, pekerja teknis," kata Dedi, di Jakarta, Senin (19/12/2022).

Baca Juga

Selain dua orang meninggal dunia, dilaporkan juga ada empat orang lain mengalami luka berat. Kecelakaan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung terjadi pada Ahad (18/12/2022) sekitar pukul 16.00 WIB saat sedang pemasangan rel.

Lokomotif kereta cepat itu melaju kencang dari wilayah Kicau Bojong Koneng. Setibanya di lokasi kejadian, di Kampung Cempaka Mekar, kereta tersebut lepas dari ujung rel yang sedang dipasang dan terjadi tabrakan dengan kereta teknis.

Sebelumnya, Polri menurunkan tim dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dan Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) untuk mengecek kecelakaan kereta cepat tersebut. Tim Inafis sudah mengidentifikasi para korban, baik yang meninggal maupun luka-luka.

Berdasarkan informasi awal, dua korban meninggal dunia merupakan laki-laki bernama Chang Shin Shang (40 tahun) dan Chang Shin Yung (36). Empat korban luka-luka juga berjenis kelamin laki-laki, yang tiga di antaranya teridentifikasi sebagai Wang Jiji, Jie Thencang, dan Chao Qianyo; sementara seorang lainnya belum diketahui identitasnya.

Penyidik Polda Jawa Barat juga telah memeriksa 18 saksi yang dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut. Polisi bersama kementerian dan lembaga terkait melakukan pengecekan untuk mengetahui penyebab kecelakaan, termasuk melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan ahli lain.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement