Jumat 25 Nov 2022 18:36 WIB

Wapres Sebut Booster Kedua untuk Umum akan Menyusul

Saat ini booster kedua baru diberikan untuk nakes dan lansia.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Indira Rezkisari
Petugas kesehatan menyiapkan dosis vaksin COVID-19 untuk disuntikan ke calon penerima vaksin di Puskesmas Kecamatan Gambir, Jakarta, Senin( 25/7/2022). Kemenkes berencana memberikan vaksin COVID-19 dosis keempat atau booster kedua dengan pertimbangan antibodi terhadap virus Corona hanya bertahan selama sekitar enam bulan pascavaksinasi dan kebutuhan vaksinasi booster sebagai penguat antibodi khususnya pada kelompok rentan seperti lansia, tenaga kesehatan, dan yang melayani publik apabila pandemi masih berlanjut dalam waktu lama.
Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
Petugas kesehatan menyiapkan dosis vaksin COVID-19 untuk disuntikan ke calon penerima vaksin di Puskesmas Kecamatan Gambir, Jakarta, Senin( 25/7/2022). Kemenkes berencana memberikan vaksin COVID-19 dosis keempat atau booster kedua dengan pertimbangan antibodi terhadap virus Corona hanya bertahan selama sekitar enam bulan pascavaksinasi dan kebutuhan vaksinasi booster sebagai penguat antibodi khususnya pada kelompok rentan seperti lansia, tenaga kesehatan, dan yang melayani publik apabila pandemi masih berlanjut dalam waktu lama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin memastikan masyarakat umum akan memperoleh vaksinasi booster Covid-19 untuk dosis kedua. Ma'ruf mengatakan, saat ini vaksinasi booster kedua terlebih dahulu memprioritaskan tenaga kesehatan, dan masyarakat kelompok rentan yakni orang usia lanjut (lansia).

"Sekarang sudah dimulai dari Pak Jokowi dan kemudian akan menyusul publik. Saya kira publik semua (akan dapat vaksinasi booster)," ujar Ma'ruf dalam keterangan persnya di sela kunjungan kerja ke Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (25/11/2022).

Baca Juga

Ma'ruf mengatakan, pemberian vaksin booster kedua hanya akan dilakukan kepada orang yang telah divaksin booster pertama. Karena itu, dia meminta masyarakat yang belum divaksin penuh agar segera melengkapi vaksinasi, kemudian dilanjutkan booster pertama.

"Kepada masyarakat supaya bersiap diri untuk ikut di-booster kedua yang sudah dibooster. Yang belum di-booster tentu juga booster kesatu (terlebih dahulu)," ujar Ma'ruf.

 

Pemerintah kata Ma'ruf, terus menggencarkan vaksinasi untuk mempertahankan kekebalan kelompok (herd immunity). Sebab, kekebalan ini akan terus berkurang seiring waktu, sedangkan virus Covid-19 terus bermutasi.

"Terutama pandemi Covid-19 juga masih belum hilang, bahkan ada varian baru. Oleh karena itu, yang belum divaksin penuh, itu divaksin penuh. Yang belum dibooster, itu juga dibooster," ujar Ma'ruf.

Karena itu, Pemerintah akan terus menggenjot vaksinasi masyarakat. "Ternyata kemarin yang terjadi, terkena belakangan ini, itu katanya memang belum dibooster, kebanyakan belum dibooster. Artinya dari dulu memang kita berkeyakinan bahwa kuncinya (kekebalan) itu ada pada vaksinasi," ujarnya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement