Senin 21 Nov 2022 07:06 WIB

Ini Alasan Rohaniawan Bogor Sengaja Pura-Pura Meninggal

Rohaniawan tersebut sengaja berpura-pura mati untuk menghindari utang.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Andi Nur Aminah
Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin.
Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Polres Bogor telah melakukan pemeriksaan terhadap tokoh Konghucu bernama Urip Setiawan, yang dikabarkan mati suri beberapa waktu lalu. Hasilnya ditemukan fakta jika Urip sengaja berpura-pura mati untuk menghindari utang.

“Hasilnya kematian itu tidak ada. Yang bersangkutan juga dalam kondisi tertekan kemudian kondisi punya masalah (utang) dan menyelesaikan masalah dengan jalan pintas,” ungkap Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin, Ahad (20/11/2022).

Baca Juga

Iman menjelaskan, pada Sabtu (19/11) Urip mendatangi Mako Polres Bogor bersama istri dan pengacaranya untuk memberikan keterangan. Urip pun mengonfirmasi jika ia tidak pernah mengalami kematian.

Kemudian, lanjut dia, Urip mengonfirmasi jika gagasan pura-pura mati datang dari dirinya sendiri untuk menghindari kewajibannya membayar utang dari tempat kerjanya. Adapun besaran utang yang melilitnya, yakni sebesar Rp 1,5 miliar.

“Karena yang bersangkutan merasa malu karena jabatannya di organisasi, sehingga yang bersangkutan mengambil langkah pendek dengan berpura-pura mengalami kematian tersebut,” jelasnya.

Iman menyebutkan, Urip telah menyiapkan skenario secara perinci mulai dari memesan ambulans, memesan peti jenazah, hingga keluar dari peti tersebut jika rumahnya sudah sepi. Namun sayang, peti tersebut telah dibuka terlebih dahulu setibanya di kediamannya di Rancabungur, Kabupaten Bogor.

Padahal, sambung dia, Urip berencana untuk keluar dari peti jenazah tersebut dan menghilang karena dianggap sudah meninggal. Kemudian muncul kembali dengan identitas baru.

“Istrinya terpaksa mengikuti itu, karena menurut keterangan saudara US, istrinya sempat mengingatkan bahwa perbuatannya bisa berdampak atau menimbulkan kehebohan atau kegaduhan,” pungkasnya.

Sebelumnya, media sosial digegerkan oleh berita jenazah seorang tokoh Konghucu bernama Urip Saputra, yang hidup kembali setelah dinyatakan meninggal dunia dan dimasukkan ke dalam peti. Polres Bogor memastikan tidak ada fakta yang menunjukkan bahwa Urip mati suri.

Iman mengatakan, saat peti mati dibuka, dipastikan Urip masih hidup. Ditemukan jika denyut nadi Urip masih normal. Bahkan masih bernapas. Oleh karena itu, pihak keluarga melakukan pertolongan pertama di puskesmas yang kemudian dirujuk ke RSUD Kota Bogor.

 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement