Ahad 30 Oct 2022 04:15 WIB

Ketua Satgas Covid-19: Jaga Prokes Hindari Varian XBB

Covid-19 XBB yang mengakibatkan terjadinya lonjakan kasus.

Rep: Muhyiddin/ Red: Nur Aini
Ketua Satgas Covid-19 sekaligus Kepala Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan (Prokes).
Foto: ANTARA/Aprillio Akbar
Ketua Satgas Covid-19 sekaligus Kepala Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan (Prokes).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Satgas Covid-19 sekaligus Kepala Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan (Prokes). Pasalnya, saat ini sudah muncul varian Covid-19 XBB yang mengakibatkan terjadinya lonjakan kasus. 

"Dua tahun kita hadapi bencana Covid-19, Indonesia termasuk negara terbaik dalam menangani pandemi Covid-19 dan hampir saja di akhir bulan akan diumumkan penghentian PPKM, tapi ternyata muncul virus varian XBB subvarian dari Omicron, mengakibatkan lonjakan kasus baru," ujar Suharyanto dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Sabtu (29/10/2022).

Baca Juga

Hal ini disampaikan Suharyanto dalam acara pagelaran Budaya Sadar Bencana di halaman Kantor Bupati Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (28/10/2022). Dalam acara ini, dia pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap taat protokol kesehatan di tengah menyebarnya varian XXB tersebut.

"Dalam kesempatan baik ini, saya mengimbau bapak ibu tetap hati-hati waspada, di tempat terbuka sudah boleh tidak pakai masker, tapi di ruang tertutup pakai masker, sakit batuk pilek pakai masker, kita tidak tahu sampai kapan varian virus XBB ini hilang dari Indonesia," ucap dia. 

 

Selain menangani Covid-19, menurut dia, BNPB juga memiliki tugas untuk menangani Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). "Kemudian penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, ini menjadi salah satu tugas BNPB, Sumbawa sejak saya datang sebulan lalu, sudah cukup baik, kesembuhan cepat tetapi penularan masih terus terjadi, tolong  biosecurity betul-betul dijaga," kata Suharyanto selaku Ketua Satgas PMK. 

Penyakit PMK sangat merugikan masyarakat terutama peternak yang akan berdampak menurunkan permintaan akan hewan ternak. "Akibat adanya PMK ternak dari Sumbawa tidak bisa keluar, baru tadi saya izinkan kepada sekretaris daerah boleh dibawa keluar apabila hanya untuk dipotong di rumah pemotongan hewan," jelas Suharyanto. 

"PMK sangat merugikan masyarakat khususnya para peternak sapi perah, seandainya sudah sembuh produksi susunya berkurang 30 persen," ujarnya. 

Dia pun berharap NTB dapat menjadi provinsi ke tiga belas yang mencapai zero reported case. "Sekarang sudah ada dua belas provinsi yang zero reported case, NTB didahului dari Sumbawa semoga menjadi provinsi ke tiga belas, PMK ini diharapkan bisa segera diatasi," kata Suharyanto. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement