Selasa 11 Oct 2022 10:22 WIB

Wali Kota Bima Arya Lantik Lima Pimpinan Baznas Kota Bogor

Bima bisa evaluasi pimpinan Banzas enam bulan dari sekarang jika target tak tercapai.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Erik Purnama Putra
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.
Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Lima pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bogor periode 2022-2027 resmi dilantik oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto di Balai Kota Bogor, Senin (10/10/2022). Pimpinan Baznas terdiri dari Ketua Wahyul Mimbar dan Wakil Ketua I Subhan Murtadla, Wakil Ketua II Moh Nurdat Ilhamsyah, Wakil Ketua III Romdhoni, dan Wakil Ketua IV Husen As Soleh.

Usai dilantik, kelima pimpinan ini langsung mendapatkan lima amanat dari Bima yang harus dipedomani. Hal pertama, yakni bekerja dengan hati, mengesampingkan urusan yang lain, seperti urusan politik dan materi.

"Semua sudah disumpah karena Allah, semua harus bekerja karena Allah dan semua memaksimalkan ikhtiar menggapai ridho Allah untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi warga Kota Bogor,” kata Bima di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (10/10/2022).

Kedua, ia meminta dalam waktu satu pekan ini menyerahkan satu lembar angka-angka target yang ingin dicapai, kenaikan target dan dengan cara apa. Ketiga, Bima meminta pengurus untuk melakukan inovasi. Pasalnya, tidak mungkin mencapai target baru dan angka baru dengan cara lama. Sebaliknya, harus ada cara baru.

"Jadi silakan lakukan inovasi bagaimana menjemput bola, melakukan edukasi, membangun sosialisasi, maksimalkan dunia digital dan maksimalkan tenaga yang muda-muda," kata Bima.

Keempat, melakukan kolaborasi semaksimal mungkin dengan dinas, BUMD, BUMN, LSM, media, perusahaan agar target tercapai dan kelima, pengurus harus siap dievaluasi. "Enam bulan dari sekarang kalau target tidak tercapai, maka aturan membolehkan wali kota melakukan evaluasi," ujar Bima.

Ketua Baznas Kota Bogor, Wahyul Mimbar mengatakan, amanah yang diberikan Wali Kota Bima menjadi pegangan pengurus berlima untuk semakin berkolaborasi dan bersinergi dengan semua instansi, lembaga, dan lainnya. Pada pekan pertama, pihaknya akan melakukan rapat internal, memetakan, menyusun program dan audiensi dengan Pemkot Bogor.

"Kami menargetkan potensi zakat meningkat 10 persen di 2023, karena semakin tinggi pendapatan zakat semakin banyak yang bisa didistribusikan ke masyarakat," kata Wahyul.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement