Senin 25 Jul 2022 17:54 WIB

Potongan Tubuh yang Tersebar di Semarang Milik Seorang Wanita Muda

Korban dibunuh dan dimutilasi sejak sepekan yang lalu.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Ilham Tirta
Ilustrasi korban mutilasi. (Republika/Mardiah)
Foto: Republika/Mardiah
Ilustrasi korban mutilasi. (Republika/Mardiah)

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Beberapa potongan bagian tubuh (tangan) yang ditemukan warga di aliran Kali Gede, wilayah Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang merupakan bagian tubuh seorang wanita korban mutilasi. Kepala Polres Semarang, AKBP Yovan Fatika HA mengatakan, terduga pelaku mutilasi telah diamankan pada Senin (25/7/2022).

“Alhamdulillah, yang bersangkutan diamankan di wilayah Kabupaten Tegal, sekitar pukul 13.00 WIB tadi,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Baca Juga

Sebelumnya, potongan bagian tangan ini ditemukan warga Desa Kalongan yang akan memancing di aliran Kali Gede pada Ahad (24/7) sekitar pukul 07.30 WIB. Dari laporan itu, anggota Satreskrim Polres Semarang dibantu anggota Polda Jawa Tengah melakukan penyelidikan serta penyisiran hingga akhirnya ditemukan bagian tubuh yang lainnya di beberapa lokasi.

Selain di Desa kalongan, beberapa bagian tubuh lainnya ditemukan di lahan milik PT APAC Inti di wilayah Kebonan, Desa Randugunting, Kecamatan Bergas berupa potongan tubuh yang sudah mulai membusuk dan hancur. Kemudian, di dekat jembatan Cimory ditemukan potongan kepala dan beberapa bagian tubuh di wilayah Desa Randugunting dan Desa Jatijajar. Sementara beberapa organ dalam juga ditemukan di aliran Sungai Wonoboyo, wilayah Bergas Kidul, Kecamatan Bergas.

Dari penyelidikan terungkap, korban bernama K (24 tahun) berjenis kelamin perempuan, yang tercatat sebagai warga RT 02/ RW 02, Desa Cibunar, Balapulang, Tegal, Jawa Tengah. Sementara pelakunya seorang pria berinisial IS (32), yang juga warga RT 02/RW 02, Desa Cibunar, Kecamatan Balapulang.

Pelaku mengaku membunuh dan memutilasi korban pada Ahad (17/7), pekan lalu, di sebuah rumah kos yang beralamat di Dusun Senden, RT 03/ RW 04 Desa Randugunting. 

Yovan mengatakan, motif pembunuhan dan mutilasi jasad korban ini masih didalami. “Kasus ini masih ditangani oleh INAFIS Polres Semarang dengan di-back up Polda Jawa Tengah,” jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement