Ahad 24 Jul 2022 15:46 WIB

BPBD Imbau Wisatawan tidak Berenang di Perairan Banten Selatan

BMKG memperkirakan cuaca buruk di perairan Banten Selatan berlangsung selama dua hari

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
BMKG memperkirakan cuaca buruk di perairan Banten Selatan berlangsung selama dua hari. Ilustrasi.
Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
BMKG memperkirakan cuaca buruk di perairan Banten Selatan berlangsung selama dua hari. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mengimbau wisatawan tidak berenang di sekitar pesisir pantai di Perairan Banten Selatan guna mencegah kecelakaan laut.

"Kita minta wisatawan itu mematuhi imbauan sehubungan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini gelombang tinggi berkisar 1,5 sampai 2,5 meter di Perairan Banten Selatan," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lebak Agus Reza Faisal di Lebak, Ahad (24/7/2022).

Baca Juga

Para wisatawan akhir pekan yang mengunjungi pesisir pantai di perairan Banten Selatan diminta waspada tinggi gelombang itu guna menghindari kecelakaan laut. BMKG memperkirakan cuaca buruk di perairan Banten Selatan berlangsung selama dua hari (24-25/7).

BPBD Lebak sudah menyampaikan peringatan kewaspadaan cuaca buruk di Perairan Banten Selatan meliputi Pantai Binuangeun, Pantai Bagedur, Pantai Suka Hujan, Pantai Cihara, Pantai Panggarangan, Pantai Tanjung Panto, Pantai Bayah, Pantai Pulomanuk, hingga Pantai Sawarna. Para wisatawan dan masyarakat setempat diimbau tidak melakukan kegiatan di pesisir pantai Banten Selatan, seperti berenang, karena bisa menimbulkan kecelakaan laut.

 

Sepanjang 2022, BPBD Lebak mencatat dua wisatawan terseret gelombang tinggi di Perairan Banten Selatan meninggal dunia. Di antaranya wisatawan dari Pandeglang. "Kami minta wisatawan dapat mematuhi peringatan dini dengan tidak berenang di pantai itu," katanya.

Samsudin, seorang petugas penyelamat pesisir pantai Bagedur, mengatakan mereka menyampaikan imbauan pada pengunjung wisatawan melalui pengeras suara agar tidak berenang di pesisir pantai karena khawatir terseret gelombang tinggi."Kami berharap semua wisatawan dapat menikmati pantai dan kembali ke rumah selamat," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement