Selasa 21 Jun 2022 08:37 WIB

Erick Thohir dan Prabowo Subianto Bertemu, Ini yang Dibahas

Erick Thohir dan Prabowo mengadakan pertemuan.

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil
Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto bersama Menteri BUMN Erick Thohir saat melakukan pertemuan di Jakarta, Ahad (19/6/2022).
Foto: Dok. Kemenhan RI
Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto bersama Menteri BUMN Erick Thohir saat melakukan pertemuan di Jakarta, Ahad (19/6/2022).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menteri BUMN Erick Thohir belum lama ini melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo di kantor Kemenhan, Jakarta pada Ahad (19/6/2022). Dalam pertemuan itu, Erick membahas soal industri pertahanan.

Pertemuan itu dilakukan untuk melanjutkan kerjasama yang sudah ditandangani Erick dan Prabowo beberapa waktu lalu tentang komitmen meningkatkan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 50 persen dalam industri pertahanan.

Baca Juga

“(Pertemuan itu) melanjutkan tanda tangan yang sudah dikerjasamakan waktu itu, antara saya dan Pak Prabowo yang disaksikan oleh Bapak Presiden,” ujar Erick usai menghadiri acara Kick Off Peringatan Harlah Satu Abad NU di Hotel Sultan Jakarta, Senin (20/6/2022) malam.

Apalagi, lanjut dia, sangat penting sekali membangun ekonomi dan juga membangun ketahanan. Menurut dia, hal ini bisa dilihat dari geopolitik yang terjadi di Rusia dan Ukraina. Karena itu, menurut dia, Indonesia juga penting untuk mulai membangun industri ketahanan.

 

“Tentu kita negara besar yang penting juga mulai membangun yang namanya industri ketahanan kita, dan apalagi sudah disepakati oleh pemerintah bagaimana TKDN kita harus 40 persen,” ucap dia.

Jadi, menurut Erick, ke depan pembelian alutista harus dikaitan dengan pembangunan industri pertahanan Indonesia secara menyeluruh. Tidak hanya membeli, kata dia, tapi juga merawat. “Jangan sampai selama ini kita membangun yang namanya motor mobil, tapi kaburatornya kita gak pernah bikin sampai hari ini,” kata Erick.

“Ini juga sama kenapa kita sedang membangun juga yang namanya industri batre listrik, mobil listrik, motor listrik juga penting sekali bagaimana teknologi itu bisa dialihkan teknologi. Nah, di sini lah yang kita kemarin bicara dengan Pak Prabowo bahwa keberlanjutan ini harus berlangsung,” jelas Erick.  

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement