Kamis 19 May 2022 20:16 WIB

Sipir Rutan Salemba Gagalkan Penyelundupan Ganja Kering

Ganja diselundupkan dalam paket yang dikirim keluarga warga binaan.

Narapidana di dalam selnya di Rutan Kelas I Salemba, Jakarta Pusat. Sipir Rutan Salemba menggagalkan upaya penyelundupan ganja ke dalam penjara.
Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Narapidana di dalam selnya di Rutan Kelas I Salemba, Jakarta Pusat. Sipir Rutan Salemba menggagalkan upaya penyelundupan ganja ke dalam penjara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Petugas sipir Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Salemba, Jakarta Pusat, menggagalkan penyelundupan ganja yang hendak dikirimkan kepada warga binaan melalui jasa pengemudi ojek daring (ojek online/ojol). Kepala Rutan Kelas 1 Salemba, Jakarta Pusat, Fonika Affandi mengungkapkan aksi penyelundupan ganja seberat satu ons tersebut dikirim dari keluarga salah satu warga binaan.

"Jadi, dari Surabaya dikirim ke keluarga warga binaan inisial C, alamatnya berada di Jakarta. Setelah sampai di sana, sama keluarganya itu mungkin itu diitipkan baju atau apa jadi paket itu dimasukkan bersama baju," kata Fonika saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (19/5/2022).

Baca Juga

Fonika menjelaskan paket yang sudah dibuka dari Surabaya itu kemudian dibungkus kembali serta dikirimkan kembali selayaknya paket pengiriman dari ekspedisi asal. Dalam paket tersebut, ganja kering dimasukkan bersama kemasan bibit daun teh dan dibalut pakaian.

Sampai di Rutan Salemba, paket tersebut diperiksa oleh petugas sipir melalui mesin sinar X. "Karena isinya mencurigakan maka paket itu dibuka dan dicek. Ya ternyata itu ditemukan jenis ganja kering," kata Fonika.

Setelah menemukan barang tersebut, petugas langsung menghubungi Polsek Cempaka Putih. Polisi kemudian memintai keterangan dari warga binaan tersebut. Warga binaan tersebut juga berasal dari kasus penyalahgunaan narkotika dan kini dimasukkan ke dalam sel setrap atau sel khusus bagi warga binaan yang melakukan kesalahan di dalam rutan atau dikenal juga sebagai sel hukuman.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement