Kamis 28 Apr 2022 21:47 WIB

Korlantas Polri Ingatkan Pemudik tak Gunakan Bahu Tol untuk Parkir dan Istirahat

Pemudik diminta memanfaatken rest area sebagai tempat melepas lelah.

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Andri Saubani
Foto udara sejumlah kendaraan melintas di ruas Jalan Tol Cikopo-Palimanan, Subang, Jawa Barat, Kamis (28/4/2022). Polri menerapkan kebijakan jalur satu arah atau
Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Foto udara sejumlah kendaraan melintas di ruas Jalan Tol Cikopo-Palimanan, Subang, Jawa Barat, Kamis (28/4/2022). Polri menerapkan kebijakan jalur satu arah atau

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengingatkan para pengendara di jalur mudik Idulfitri 2022 tak menggunakan bahu jalan tol sebagai tempat parkir dan istirahat. Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Korlantas Komisaris Besar (Kombes) Eddy Djunaedi mengatakan, penggunaan bahu jalan tol, hanya diperuntukan pada kendaraan yang sedang mengalami situasi, dan keadaan darurat. Korlantas mengimbau, agar pemudik memanfaatkan rest area sebagai tempat melepas lelah para pemudik selama perjalanan.

Menurut Eddy, pelarangan penggunaan bahu jalan tersebut, demi kelancaran pulang kampung bersama. “Demi kelancaraan bersama, agar pengguna kendaraan di jalan tol, tidak menjadikan bahu jalan untuk tempat berhenti istirahat. Silakan cari rest area yang terdekat. Karena memarkir kendaraan di bahu-bahu jalan (tol) hanya akan menimbulkan kemacetan, dan ketidaknyamanan bagi kendaraan lain yang melintas,” begitu kata Eddy, kepada wartawan, Kamis (28/4/2022).

Baca Juga

Eddy mengatakan, selain rest area, para pengendara yang kelelahan di jalur tol, juga dapat mencari alternatif tempat rehat di luar jalur tol. Karena di jalan arteri, kata Eddy, tim dari Korlantas, juga menyiapkan posko-posko peristirahatan. Korlantas, kata Eddy akan mengawasi bahu jalan sepanjang tol, untuk tetap steril, dan tak dimanfaatkan untuk situasi non-darurat.

“Jadi tetap akan kita awasi, dan kita arahkan untuk tetap tidak menggunakan bahu jalan tol,” begitu kata Eddy.

 

Sementara itu, rekayasa lalu lintas sepanjang jalan tol keluar Jakarta, menuju Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim), sudah mulai diterapkan, pada Kamis. Kepala Posko Operasi Ketupat Komisaris Besar (Kombes) Purwadi mengatakan, pada hari pertama puncak arus pulang kampung bersama itu, kepolisian menerapkan rekayasa oneway atau satu arah, dan ganjil-genap di jalan tol dari arah Jakarta, menuju Jawa Tengah (Jateng), dan Jawa Timur (Jatim). 

Purwadi mengatakan, rekayasa satu arah, dan ganjil-genap dimulai tepat pada pukul 17:00 WIB, dan berlangsung selama 7 jam, sampai 24:00 WIB di sepanjang jalan Tol Cikampek, di Kilometer (Km) 47, Karawang, Jawa Barat (Jabar), sampai Km 414, Kalikangkung, di Semarang, Jateng. Purwadi mengingatkan para pemudik, karena pada hari pertama penerapan rekayasa tersebut, jatuh pada tanggal genap, artinya hanya kendaraan berpelat nomor polisi genap yang dapat melintas.

“Berarti yang ganjil, tidak boleh lewat tol mulai Km 47 Cikampek sampai Km 414 Kalikangkung,” begitu kata Purwadi. Pada hari kedua, Jumat (29/4/2022) besok, penerapan satu arah, dan ganjil genap akan diterapkan di sepanjang jalur sama. Namun, durasinya diperpanjang selama 18 jam dari mulai pukul 07:00 WIB, sampai 24:00 WIB. Pada tanggal ganjil tersebut, artinya hanya kendaraan dengan pelat nomor ganjil yang dapat melintas akses jalur bebas hambatan Trans Jawa tersebut.

Pada hari berikutnya, pada Sabtu (30/4/2022), yang ditaksir menjadi puncak arus mudik, diskresi polisi juga akan menerapkan pola serupa seperti hari sebelumnya. Namun, dengan akses pelintas khusus kendaraan bereplat nomor kendaraan genap. Pada Ahad (1/5/2022), Korlantas meyakini arus mudik sudah melandai. Sebab itu, kata Purwadi, diskresi satu arah, dan ganjil-genap hanya diterapkan selama 5 jam, mulai pukul 07:00 WIB, sampai 12:00 WIB di sepanjang Km 47 Cikampek, sampai Km 414 Kalikangkung.

Akan tetapi, Purwadi mengatakan, kebijakan satu arah pada Ahad sifatnya akan tentatif. Karena dikatakan dia, tim kepolisian baru hanya dapat memperkirakan arus mudik yang sudah melandai pada hari tersebut.

“Pada hari tersebut, sifatnya situasional. Jika tetap terjadi kemacetan, akan ditarik mundur sampai ke Gerbang Tol Bawen. Nanti kita akan lihat situasinya di lapangan,” uajr Purwadi. 

Purwadi menerangkan, penerapan rekayasa lalu lintas satu arah menjadi perhatian serius bagi Korlantas. Karena dalam diskresi tersebut, akan ada pembersihan di dua lajur penuh arah yang berlawanan. Sebab itu, dikatakan Purwadi, bagi para pengendara yang menuju arah Jakarta, agar mengindahkan diskresi tersebut, dua jam sebelum penerapan satu arah dilakukan.

“Maksudnya, itu dua jam sebelum penerapan oneway, akan ada sterilisasi yang dilakukan oleh kepolisian. Karena dua lajur full berlawanan itu akan digunakan bagi para pemudik, dan itu akan dinformasikan,” ujar Purwadi.

Pembersihan kendaraan menuju Jakarta, di sepanjang Cikampek-Kalikangkung, akan mengalihkan semua kendaraan menuju arah Jakarta, ke jalur arteri, maupun jalur alternatif. Pembersihan kendaraan, kata Purwadi juga akan dilakukan terhadap kendaraan-kendaraan yang sedang berada di rest area, ataupun SPBU.

“Jadi jalur di kanan, dan jalur di kiri, kita pastikan bersih, tidak ada lagi kendaraan dari Jawa Tengah ang menuju Jakarta,” terang Purwadi.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement