Jumat 18 Mar 2022 18:38 WIB

Warteg di Jakarta Sepakat, Harga Gorengan Naik dari Rp 1.000 Jadi Rp 2.000

Warteg menaikkan harga gorengan karena minyak goreng mahal.

Pengunjung menyantap makanan di salah satu rumah makan Warteg di Jakarta (ilustrasi).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pengunjung menyantap makanan di salah satu rumah makan Warteg di Jakarta (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pedagang warung tegal (warteg) yang tergabung dalam Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara) menaikkan harga menu makanan sebagai imbas mahalnya harga minyak goreng. Ketua Kowantara, Mukronidi Jakarta, Jumat, mengatakan, kenaikan harga itu dilakukan setelah pemerintah mencabut harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng pada Rabu (16/3).

"Untuk gorengan naik dari Rp1.000 ke Rp2.000, tapi (ukuran) tempenya agak besar. Ada (pedagang) yang sudah mulai hari ini," kata Mukroni.

Baca Juga

Mukroni mengatakan para pedagang warteg terpaksa menaikkan harga karena mereka harus mengeluarkan modal lebih banyak untuk membeli minyak goreng. Mukroni menambahkan harga minyak goreng kemasan saat ini melonjak di kisaran Rp24 ribu per liter. Namun dia mengatakan harga tersebut dapat lebih mahal karena tergantung pada masing-masing merek.

"Kita menyayangkan ya karena tiba-tiba juga ini ada kenaikan harga. Tapi kita juga tidak mungkin menentang kebijakan pemerintah," ujar Mukroni.

Mukroni mengatakan kenaikan harga menu yang penyajiannya dengan proses menggoreng akan berlaku bertahap agar tidak memberatkan masyarakat."Ya (kenaikan) sekitar lima sampai 10 persen. Seperti tempe tahu dan yang goreng-gorengan, kita nanti akan menyesuaikan dengan harga bahan baku. Jadi, itu yang kita nanti lakukan," kataMukroni.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement