Senin 21 Feb 2022 11:29 WIB

Perajin Tahu di Seluruh Kota Bandung Mulai Mogok Produksi

Perajin mengancam akan menaikkan harga tahu jika harga kedelai tak kunjung turun.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Agus raharjo
Pekerja menyelesaikan pembuatan tahu di Pabrik Tahu NJ, Jalan Terusan Pasirkoja, Babakan Ciparay, Kota Bandung, Rabu (16/2/2022). Sejumlah perajin tahu tempe di Bandung berencana akan melakukan mogok produksi pada 21-23 Februari 2022, akibat tingginya harga kedelai yang mencapai Rp11.500 yang sebelumnya hanya Rp9 ribu. Meski demikian, Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kota Bandung meminta perajin untuk tidak mogok produksi dan mempersilakan para perajin untuk menaikkan harga. Foto: Republika/Abdan Syakura
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Pekerja menyelesaikan pembuatan tahu di Pabrik Tahu NJ, Jalan Terusan Pasirkoja, Babakan Ciparay, Kota Bandung, Rabu (16/2/2022). Sejumlah perajin tahu tempe di Bandung berencana akan melakukan mogok produksi pada 21-23 Februari 2022, akibat tingginya harga kedelai yang mencapai Rp11.500 yang sebelumnya hanya Rp9 ribu. Meski demikian, Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kota Bandung meminta perajin untuk tidak mogok produksi dan mempersilakan para perajin untuk menaikkan harga. Foto: Republika/Abdan Syakura

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG- Ratusan perajin tahu di Kota Bandung melaksanakan mogok berproduksi terhitung Senin (21/2/2022) hingga Rabu (23/2/2022) mendatang. Aksi ini imbas kenaikan harga kacang kedelai. Mereka meminta pemerintah segera dapat menurunkan harga kacang kedelai sehingga perajin tidak terus merugi.

"Jadi, sekarang mulai mogok dari Senin-Rabu. Kalau sekarang mah rata semuanya mogok, enggak seperti tahun kemarin masih ada yang produksi," ujat pengrajin tahu di Sentra Tahu Cibuntu, Haji Galih saat dihubungi, Senin (21/2/2022).

Baca Juga

Ia mengeklaim seluruh perajin tahu di Kota Bandung mogok berproduksi termasuk di sentra tahu di Cibuntu bahkan seluruh Indonesia. Total terdapat ratusan perajin tahu di Cibuntu yang melaksanakan mogok berproduksi.

"Iya, di Bandung sepertinya rata semuanya (mogok). Di Cibuntu semuanya, sudah saya cek. Ada ratusan (perajin tahu)," katanya.

Ia menegaskan pihaknya melakukan mogok berproduksi agar didengar oleh pemerintah, Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (Kopti) dan agen kacang kedelai bahwa pabrik tahu di Jabar banyak. Mereka minta agar tidak dengan mudah menaikkan harga kacang kedelai.

"Jangan seenaknya naikin harga sampai tidak turun lagi, yang saya perhatikan pemerintah seperti tidak melihat ke bawah. Sebelum ada demo dari paguyuban mah diam saja tidak ramai, kan kedelai ini sebenarnya sudah naik dari dua bulan lalu. Cuma paguyuban dan pabrik tahu masih bersabar, tapi ternyata pemerintah malah diam saja," katanya.

Setelah mogok berproduksi dilakukan, ia mengatakan pemerintah dan Kadin sudah melakukan komunikasi. Namun pihaknya belum menerima kebijakan perubahan terkait harga kacang kedelai.

"Kami sudah mengasih aba-aba, kalau harga kacang turun demo tidak akan jadi, cuma ternyata tidak di dengar masih saja naik, makanya demonya jadi," katanya.

Ia menyebutkan harga kacang kedelai yang dijual ke perajin bervariasi mulai dari Rp 11.100 hingga Rp 11.500. Sedangkan di wilayah Subang bahkan Jawa bisa mencapai Rp 12 ribu.

"Kalau Jabar terbesar (perajin tahu) masuk kacang kedelai jadi tidak terlalu mahal," katanya. Ia menegaskan apabila harga kacang kedelai tidak turun selama masa mogok produksi pihaknya akan menaikkan harga tahu.

"Harga per papan kemarin saat harga kacang normal di Rp 8.500 sampai Rp 9.000, harga tahu per papannya Rp 50 ribu. Rencananya kalau naik jadi Rp 55 ribu, naik Rp 5 ribu itu sebenarnya bukan mencari untung tapi mengurangi kerugian, karena tidak sebanding dengan ongkos produksi dan harga kedelai," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement