Sabtu 19 Feb 2022 21:06 WIB

Polisi: Satu Warga Sipil Ditembak Separatis Papua

Korban mengalami luka tembak di bagian rusuk kiri.

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Teguh Firmansyah
Personel Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang beroperasi di Papua.
Foto: Istimewa
Personel Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang beroperasi di Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Kepolisian di Papua melaporkan satu warga sipil, pekerja di PT MTT, di Ilaga, Kabupaten Puncak ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Sabtu (19/2) sore waktu setempat. Korban atas nama Glen Sumampo dilaporkan mengalami luka, dan perawatan serius akibat hantaman peluru tajam yang mengenai bagian rusuk kiri dan tembus ke rusuk kanan.

Ketua Satgas Humas Operasi Damai Cartenz, Komisaris Besar (Kombes) Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, saat ini, korban masih dalam perawatn di Puskesmas Ilaga. Kondisi serius pada korban, kata Kamal mendesak untuk melakukan evakuasi ke Timika, pada Ahad (20/2). “Saat ini, korban masih dalam keadaan sadar. Dan akan segera di evakuasi,” ujar Kamal dalam siaran pers yang diterima wartawan di Jakarta, Sabtu (19/2).

Baca Juga

Kamal menerangkan, dari laporan sementara, insiden penembakan tersebut terjadi pada Sabtu (19/2) sekira pukul 15:30 WIT. Sebelum kejadian penembakan, Glen Sumampo yang merupakan pekerja di PT MTT, bersama-sama temannya mengendarai mobil truk menuju Kampung Kago, di Distrik Ilaga, Puncak.

Setiba di dekat Tugu Kampung Kago, truk yang dikendarai korban mendapatkan serangan berupa tembakan. “Tembakan tersebut, mengakibatkan korban Glen Sumampo terkena di bagian rusuk kiri,” ujar Kamal. Kamal menambahkan, penembakan oleh KKB di Ilaga ini kejadian kedua pada Sabtu (19/2).

Sebelum penembakan itu, pada Sabtu (19/2) pagi, penembakan juga terjadi di Bandara Aminggar, Ilaga. Atas insiden penembakan tersebut, satu anggota Paskhas Angkatan Udara (AU) mengalami luka tembak. Kamal menegaskan, atas insiden-insiden penembakan tersebut, Polri bersama TNI sangat menyayangkan. “Kelompok Kriminal Bersenjata masih saja melakukan aksi-aksi kekerasan terhadap warga sipil masyarakat, TNI, maupun Polri,” ujar Kamal.

Kata dia, Polri, dan TNI akan tetap melakukan pengejaran, dan penindakan terkait aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh KKB tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement