Rabu 09 Feb 2022 22:38 WIB

KSAD Dudung ke PPAD: Terus Waspada Ancaman Radikalisme

Dudung mendorong PPAD terus kobarkan semangat nasionalisme berdasarkan Pancasila.

Rep: Flori Sidebang/ Red: Teguh Firmansyah
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman usai menghadiri peluncuran buku berjudul Dudung Abdurachman Membongkar Operasi Psikologi Gerakan Intoleransi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (29/1/2022).
Foto: Republika/Erik PP
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman usai menghadiri peluncuran buku berjudul Dudung Abdurachman Membongkar Operasi Psikologi Gerakan Intoleransi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (29/1/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengukuhkan Pengurus Pusat Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) masa bakti 2021-2026. Acara ini digelar di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Selasa (8/2).

Untuk diketahui, PPAD saat ini diketuai oleh Letjen TNI (Purn) Doni Monardo periode 2021-2026. Ia terpilih melalui Munas IV PPAD yang digelar di Kantor Pusat PPAD, Matraman Raya, Jakarta Timur pada 14-15 Desember 2021 lalu. Doni menggantikan Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri.

Baca Juga

"Old soldiers never die, they just fade away, artinya spirit perjuangan para Purnawirawan tidak akan pernah lekang oleh waktu dan tidak akan pupus oleh gerak perubahan zaman," kata Dudung dalam sambutannya seperti dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad) yang diterima di Jakarta, Selasa.

Dudung mengatakan, pengukuhan Pengurus Pusat PPAD ini merupakan salah satu upaya untuk melakukan penyegaran dan meningkatkan kinerja organisasi. Sehingga diharapkan PPAD semakin maju dan terus memberikan darma bakti terbaik kepada bangsa dan negara.

 

“Saya sangat yakin dan percaya, bahwa meskipun sudah tidak berdinas secara resmi di TNI Angkatan Darat, semangat pengabdian para senior dan seluruh anggota PPAD tidak pernah luntur,” ujarnya.

Dudung melanjutkan, sebagai sebuah organisasi kemasyarakatan yang mewadahi para purnawirawan TNI AD, PPAD telah menunjukkan kepedulian dan kepekaan terhadap permasalahan bangsa. Selain itu, menurut dia, PPAD juga memiliki peran yang strategis, yakni sebagai sumber informasi bagi TNI AD untuk mengetahui sejauhmana perkembangan situasi nasional di luar institusi TNI.

Dia pun berharap agar PPAD bersama dengan TNI AD terus meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi yang terjadi di Indonesia. Khususnya, kata dia, kemungkinan ancaman radikalisme yang terus berupaya memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI. Terlebih perkembangan kelompok-kelompok radikal yang bertentangan dengan ideologi Pancasila terus berkembang dengan sangat pesat di tengah masyarakat.

“Oleh karena itu, harus kita sikapi dengan memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan, selalu kobarkan semangat nasionalisme yang berdasarkan Pancasila,” tegas dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement