Selasa 08 Feb 2022 17:45 WIB

Kasus Positif Covid-19 Kian Melonjak, Per Hari Ini 37.492

DKI Jakarta menyumbang penambahan kasus tertinggi sebanyak 10.817 kasus.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Agus raharjo
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Angka kasus positif Covid-19 di Indonesia pada Rabu (7/2/2022) kembali naik. Hari ini terjadi penambahan kasus positif sebanyak 37.492. Sehari sebelumnya, Selasa (8/2/2022) angka konfirmasi positif sebanyak 26.121.

Dengan demikian, total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 4.580.093 kasus. Untuk kasus pasien meninggal bertambah 83 kasus pada hari ini, dan kasus sembuh bertambah 10.708.

Baca Juga

Dari penambahan yang mencapai angka 37 ribu ini, Provinsi DKI Jakarta menyumbang penambahan kasus tertinggi sebanyak 10.817 kasus. Disusul Provinsi Jawa Barat dengan penambahan kasus sebanyak 9.042. Kemudian, Banten sebanyak 5.138, Jawa Timur sebanyak 3.608 dan Bali sebanyak 2.425 kasus.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pada gelombang varian omicron ini, terdapat dua provinsi yang jumlah kasus telah melambung tinggi dibanding saat gelombang kedua varian delta pada Juli 2021 lalu. Kedua provinsi tersebut adalah DKI dan Bali.

"Di DKI sendiri ada dua kabupaten/kota sekitarnya yang sudah naik juga, yaitu, Tangerang Selatan dan Depok. Sudah lebih tinggi dari puncaknya delta yang kemarin di bulan Juli," kata Budi saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (8/2/2022).

Budi juga mengingatkan masyarakat tidak panik dan mengurangi mobilitas ketika terjadi lonjakan kasus Covid-19. Hal ini bertujuan agar pandemi segera dapat diatasi.

"Jangan panik, jangan jemawa, tetap waspada. Kalau sedang naik kotanya, kurangi mobilitas," kata Budi.

Jika langkah ini terus dilakukan masyarakat, Budi yakin, peningkatan kasus Covid-19 secara masif bisa segera ditekan. Sehingga, masyarakat diminta bersabar. "Stay saja di rumah. Insya Allah, nanti di akhir Februari kita bisa mengatasi pandemi," tegas mantan wakil menteri BUMN tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement