Jumat 04 Feb 2022 18:03 WIB

Ridwan Kamil Minta RS di Jawa Barat Siaga 1

Ridwan Kamil meminta mereka yang tak bergejala atau bergejala ringan isolasi di rumah

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil).
Foto: Edi Yusuf/Republika
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG  -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta rumah sakit di Jawa Barat untuk siaga 1 mengantisipasi varian omicron. Hal itu sekaligus menyikapi tingkat keterisian kamar (BOR) pasien COVID-19 kini meningkat.

"Saya sudah perintahkan semua rumah sakit siaga 1 karena BOR meningkat," ujar Ridwan Kamil dalam keterangan resminya di Bandung, Jumat (4/2/2022).

Baca Juga

Dia menuturkan, status siaga 1 tersebut harus ditunjukkan dengan penambahan kasur atau ruang pasien, ketersediaan tabung oksigen hingga obat-obatan."Bed ditingkatkan, oksigen disiapkan plus treatment-nya," katanya.

Mengenai penerapan status siaga 1 rumah sakit ini, khususnya di wilayah aglomerasi Bodebek dan Bandung Raya, dikeluarkan karena dua wilayah tersebut terjadi lonjakan kasus cukup signifikan yang kemungkinan varian omicron."Jadi kami mendorong aglomerasi ini rumah sakitnya agar bersiap-siap. Itu berulang-ulang dari dulu Covid-19 ngumpulnya di situ," kata Kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil.

Covid-19 varian omicron diketahui memiliki daya tular yang cukup cepat. Di Indonesia varian ini tingkat fatalitasnya lebih rendah dari varian delta. Rata-rata pasien sembuh dalam waktu 3-4 hari "Omicron itu seperti kata Pak Menkes cepat menular, tapi juga cepat sembuh, tiga sampai empat hari biasanya sembuh," katanya.

Untuk itu bagi masyarakat yang terkonfirmasi varian omicron, namun bergejala ringan, Kang Emil meminta agar diisolasi di rumah masing-masing, dengan pengawasan dan obat-obatan yang cukup.

Sebab, katanya, perawatan di rumah sakit hanya bagi pasien yang bergejala berat, seperti demam, flu, batuk, saturasi rendah dan punya komorbid. Perawatan di luar rumah sakit ini akan berdampak baik pada BOR.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement