Senin 10 Jan 2022 17:42 WIB

Masih Ada 13,6 Juta Orang di Jawa Bali Belum Divaksinasi

Masih ada 9 persen warga Jawa Bali belum divaksinasi atau masih di bawah 50 persen

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, masih ada 13,6 juta orang di Jawa dan Bali atau sebanyak 9 persen masyarakat yang masih belum divaksinasi Covid-19. Karena itu, pemerintah akan terus mendorong percepatan vaksinasi, terutama di kabupaten kota yang dosis pertamanya masih di bawah 50 persen.
Foto: Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Antara/
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, masih ada 13,6 juta orang di Jawa dan Bali atau sebanyak 9 persen masyarakat yang masih belum divaksinasi Covid-19. Karena itu, pemerintah akan terus mendorong percepatan vaksinasi, terutama di kabupaten kota yang dosis pertamanya masih di bawah 50 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, masih ada 13,6 juta orang di Jawa dan Bali atau sebanyak 9 persen masyarakat yang masih belum divaksinasi Covid-19. Karena itu, pemerintah akan terus mendorong percepatan vaksinasi, terutama di kabupaten kota yang dosis pertamanya masih di bawah 50 persen.

“Masih ada 13,6 juta orang di Jawa Bali atau 9 persen yang belum terlindungi. Jadi angka tidak kecil,” ujar Luhut saat konferensi pers di Kantor Presiden usai rapat terbatas, Senin (10/1).

Luhut mengatakan, kabupaten kota yang vaksinasi dosis pertama untuk masyarakat umum dan lansia masih di bawah 50 persen menjadi prioritas utama percepatan vaksinasi, seperti di daerah Pamengkasan, Sumenep, dan juga Bangkalan.

“Berita baiknya, saat ini hanya dua kabupaten kota di Jawa Bali dengan kondisi dosis satu yang berada di bawah 50 persen,” tambah Luhut.  

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, tingginya kasus varian Delta di Indonesia salah satunya disebabkan karena angka cakupan vaksinasi yang masih rendah. Karena itu, percepatan vaksinasi ini menjadi salah satu upaya untuk mencegah terjadinya perluasan kasus akibat varian Omicron.

Ia melanjutkan, capaian dosis satu vaksinasi di wilayah Jawa Bali saat ini terus mengalami peningkatan. Sedangkan vaksinasi dosis pertama untuk anak-anak di Jawa Bali pun juga telah mencapai 36 persen.

“Dari pencapaian tersebut, pemerintah masih belum puas dan kita ingin mendorong lagi agar jumlah vaksinasi anak-anak terus meningkat,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, Indonesia saat ini berada di posisi keempat dunia pada jumlah masyarakat yang telah divaksinasi. Sebanyak 169 juta masyarakat Indonesia telah divaksinasi dosis pertama. Posisi Indonesia inipun telah melampaui Brasil yang sudah memvaksinasi 166 juta rakyatnya.

“Kita ada di bawah Cina 1,2 miliar, India 880 juta, dan Amerika Serikat 246 juta,” tambah Budi.

Selain itu, hampir semua provinsi juga telah mencapai target vaksinasi yakni sebesar 70 persen untuk dosis pertama. Menurut Menkes Budi, masih ada lima provinsi yang belum mencapai target ini, yakni Sumatera Barat, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Ia juga memastikan, Indonesia masih memiliki cukup stok vaksin Covid-19 yakni sekitar 150 juta dosis.“Stok vaksin yang ada dipegang pemerintah sekarang ada 446 juta total. Jadi kalau sudah disuntikkan 288 juta masih ada lebih dari 150 juta dosis yang kita bisa suntikkan,” jelas dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement