Kamis 06 Jan 2022 15:41 WIB

PPP Matangkan Persiapan Hadapi Pemilu 2024

Tahun ini, seluruh kader diminta mematangkan persiapan untuk menghadapi Pemilu 2024.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Ratna Puspita
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa
Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadikan 2022 sebagai momentum persiapan untuk menghadapi pemilihan umum (Pemilu) 2024. Pada tahun ini, seluruh kader diminta untuk mematangkan persiapan untuk menghadapi kontestasi lima tahunan tersebut.

"Tahun ini, saya berharap seluruh kader dari Sabang sampai Merauke untuk benar-benar menyiapkan diri menghadapi Pemilu 2024," ujar Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suharso Monoarfa dalam acara tasyakuran Harlah ke-49 PPP, Kamis (6/1).

Baca Juga

Ia mengajak pengurus dan kader PPP agar memanfaatkan waktu tersisa dua tahun ini. Terutama untuk mematangkan persiapan partai berlambang Kakbah itu menyongsong Pemilu 2024.

"Tahun 2022 ini adalah tahun yang benar-benar harus kita manfaatkan sebagai langkah awal untuk menjemput Pemilu 2024 dengan lebih tertib dan lebih siap," ujar Suharso.

Dalam dua tahun ke depan, Suharso juga meminta pengurus dan kader PPP tak berkonflik jelang Pemilu 2024. Sebab, konflik dan masalah dapat membuat konsolidasi partai tidak berjalan dengan baik.

"Sekecil apapun ketidaksukaan dan ketidaknyamanan, jangan sampai itu ada. Perbedaan itu adalah sunnatullah dan tidak dapat dihindarkan. Perbedaan tidak harus selalu berakhir dengan konflik," ujar Suharso.

Di samping itu, ia meminta seluruh elemen PPP memberikan kesempatan hadirnya kader terbaik dan potensial. Tujuannya untuk mewakili partai berlambang Kakbah itu pada pemilihan legislatif 2024.

"Ini bukan menihilkan (menutup) kesempatan orang lain, melainkan justru kita ingin memberikan kesempatan pada kader-kader terbaik, yang hebat," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) itu.

Baca juga: Kisah Musik Dangdut dan Sosok Rhoma Irama yang Tak Terbayangkan

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement