Rabu 01 Dec 2021 20:08 WIB

Penembakan di Tol Bintaro, Polisi: Akan Ada Uji Balistik

Polisi sebagai pelaku penembakan belum ditetapkan sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan.
Foto: Republika/Ali Mansur
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polda Metro Jaya akan melakukan uji balistik terkait penembakan yang menyebabkan warga sipil meninggal dunia oleh personelnya di gerbang Tol Bintaro, Jakarta Selatan pada Jumat (26/11). Diketahui, pelaku yang merupakan Ipda OS hingga saat ini belum ditetapkan sebagai tersangka.

"Akan ada uji balistik forensik terkait dengan selongsong peluru dan sebagainya, saya belum bisa sampaikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan di Jakarta, Rabu (1/12).

Baca Juga

Meski tidak memberikan rincian soal uji balistik terkait penembakan tersebut, Zulpan mengungkapkan, pihaknya telah mengamankan senjata api yang digunakan dalam peristiwa tersebut. "Yang jelas dari kejadian itu kita ketahui betul terjadi tembakan, maka sudah diamankan senpi jenis HS," ujarnya.

Zulpan memastikan penyelidikan kasus tersebut akan dilakukan secara transparan. Penyelidikan kasus tersebut dilakukan oleh Bidang Propam Polda Metro Jaya dan Divisi Propam Mabes Polri.

 

"Akan diterapkan hukum adil bagi semua pihak. Artinya pihak korban dan pelaku kami akan terapkan hukum yang berlaku. Jadi Polda Metro Jaya akan bertindak transparan, tak ada yang ditutupi dan profesional," ujarnya.

Penembakan itu dilakukan anggota Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ipda OS terhadap dua warga sipil. Seorang korban berinisial PP meninggal dunia, sedangkan satu orang lainnya berinisial MA masih menjalani perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Zulpan sebelumnya mengatakan pelaku OS sudah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan. Namun, hingga saat ini polisi belum meningkatkan status OS dalam kasus itu.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement