Rabu 01 Dec 2021 16:29 WIB

Pelapor dan Pelaku Penembakan Bintaro Berhubungan Teman

Terduga pelaku penembakan di gerbang tol Bintaro masih diperiksa kepolisian.

Rep: Ali Mansur/ Red: Indira Rezkisari
Terduga pelaku penembakan di gerbang tol Bintaro ternyata berteman dengan pelapor. Pelapor merasa terancam sehingga menghubungi terduga pelaku.
Foto: Wikipedia
Terduga pelaku penembakan di gerbang tol Bintaro ternyata berteman dengan pelapor. Pelapor merasa terancam sehingga menghubungi terduga pelaku.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Terduga pelaku penembakan di gerbang Tol Bintaro, Jakarta Selatan, Ipda OS, memiliki hubungan pertemanan dengan pelapor O yang mengaku dibuntuti korban penembakan. Hubungan pertemanan itu yang membuatnya menghubungi Ipda OS, saat dirinya merasa terancam.

"Jadi ada hubungan pertemanan. Makanya dia menelpon (Ipda OS)," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E Zulpan, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (1/12).

Baca Juga

Dari pemeriksaan saksi, insiden penembakan itu berawal dari adanya laporan seseorang inisial O. Dalam laporannya, pelapor khawatir karena dirinya tengah diikuti oleh sejumlah orang yang mengendarai sejumlah mobil. Merasa dirinya terancam maka pelapor O melaporkan kepada Ipda OS.

Kemudian pelaku Ipda OS menghampiri pelapor usai menerima laporan tersebut. Ia lalu membawa pelapor ke kantor PJR Jaya 4 atau lokasi penembakan di gerbang tol Bintaro dengan tujuan mengamankan pelapor. Namun tak beberapa lama, terjadi keributan yang berujung penembakan dan mengenai dua orang inisial PP dan MA.

 

Sementara itu, terkait apakah ada kode etik dalam penembakan itu, Zulpan mengatakan, pihak Bidang Propam Polda Metro Jaya bersama Divisi Propam Mabes Polri masih mendalaminya. Kemudian dari penyelidikan Propam ini akan diketahui apakah Ipda OS melanggar kode etik pada saat melakukan pengamanan terhadap pelapor.

"Nanti dijelaskan biar dari Propam ini masih kronologi kabid propam ditanya saya lebih fokus ke kejadian ini," terang Zulpan.

Selain itu, lanjut Zulpan, pihaknya juga masih belum mengetahui motif dua korban inisial PP dan MA membuntuti pelapor O. Karena memang, hingga saat ini korban luka MA masih jalani perawatan intensif di Rumah Sakit Kramat Jati. Sedangkan korban PP meninggal dunia karena tembakan Ipda OS.

"Ini kami masih tunggu penyembuhan satu korban. Karena kemarin ada harapan istri korban PP nyatakan apresiasi Polri dan minta penanganan kasus transparan saya sampaikan PMJ akan tangani kasus ini profesional," kata Zulpan.

Kendati demikian, Zulpan memastikan kasus ini akan ditangani seprofesional mungkin. Karena itu dalam pengungkapan kasus penembakan oleh anggota kepolisian, pihaknya melibatkan Bidang Propam Polda Metro Jaya dan Divisi Propam Mabes Polri

"Kami akan terapkan hukum adil bagi semua pihak. Artinya pihak korban dan pelaku kami akan terapkan hukum yang berlaku jadi Polda Metro Jaya  akan tindak kasus transparan tak ada yang ditutupi dan profesional," tegas Zulpan.

Menurut Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat, kasus ini berawal dari adanya laporan seseorang berinisial O yang merasa diikuti oleh orang tak dikenal. Dalam laporannya, terlapor mengaku dalam kondisi terancam. Kemudian pada saat itu terjadi keributan, Ipda OS mengaku mau ditabrak oleh korban. "Terjadilah ribut di situ dan kemudian mendengar satu tembakan, mengakui polisi, ada polisi mau ditabrak, terjadi tembakan dua kali mengenai dua korban," ungkap Tubagus.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement