Jumat 10 Sep 2021 21:06 WIB

Tanggapi Lapas Penuh, Ini Solusi Ridwan Kamil

Untuk kasus narkoba, itu kan treatment-nya bisa ditahan atau direhab.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Andi Nur Aminah
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Foto: biro adpim Jabar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jabar Ridwan Kamil angkat bicara terkait Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia termasuk Jabar yang kelebihan kapasitas. Belum lama ini, Lapas Tangerang terbakar habis dan menewaskan sekitar 41 orang dengan penghuninya mencapai sekitar 2.072 orang.

Over kapasitas Lapas atau rumah tahanan ini memang terjadi tak hanya di Tangerang saja. Tapi juga di beberapa lapas dan rutan di Jawa Barat (Jabar). "Saya mengucapkan duka cita mendalam lebih dari 40 manusia meninggal ya, yang tidak seharusnya oleh sebuah situasi di Jawa Barat. Kami di Jabar sudah menitipkan agar tidak terjadi," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil kepada wartawan, Jumat (10/9).

Baca Juga

Emil mengusulkan salah satu solusinya adalah mengurangi kapasitas tersebut dengan melihat dari kasus per kasus. Salah satunya adalah dari kasus narkoba. "Kami sudah menyampaikan dari Jabar berkali-kali ya, karena hasil temuan kita mayoritas yang ditahan tuh kasus narkoba sementara kasus narkoba, itu kan treatment-nya bisa dua. Ditahan atau direhab," paparnya.

Emil mengatakan, pihaknya sudah memohon pada pemerintah pusat mengkaji lebih mendalam lagi supaya mungkin kalau kategorinya bisa direhab tidak usah ditahan. "Jadi, jumlah kapasitas di lembaga pemasyarakatan yang rata-rata over capacity termasuk di Jawa Barat, itu bisa dikendalikan lebih baik," katanya.

Saat ditanya tentang lapas baru, menurut Emil, kewenangan dan tugasnya hanya mengamankan. "(lapas baru, Red) jadi kewenangan pemerintah pusat kalau sudah diputuskan tentu kami dukung kelancaran dari prosesnya. Saya kira itu," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement