Senin 06 Sep 2021 20:28 WIB

Saipul Jamil Masuk TV, Psikolog: Jangan Tonton Bersama Anak

Kemunculan Saipul Jamil di tv mungkin tak terhindarikan maka ortu harus dampingi anak

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Fuji Pratiwi
Warga menonton televisi (ilustrasi). Kembali ke layar tv, psikolog meminta orangtua tak mengajak anaknya menonton Saipul Jamil.
Foto: ANTARA /Yulius Satria Wijaya
Warga menonton televisi (ilustrasi). Kembali ke layar tv, psikolog meminta orangtua tak mengajak anaknya menonton Saipul Jamil.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyanyi dangdut Saipul Jamil yang melakukan pencabulan anak lima tahun lalu kini telah bebas dan disambut meriah, bahkan berbagai stasiun televisi (tv) mengundangnya di layar kaca.

Psikolog balita, anak, dan remaja Ratih Zulhaqqi meminta para orang tua (ortu) mendampingi anaknya menonton tv supaya tak menonton acara Saipul Jamil karena tak ada poin manfaatnya. Menurutnya, kemunculan Saipul Jamil di tv mungkin tak bisa dihindari. Jadi, ia meminta ortu melakukan pendampingan saat anak nonton tv.

Baca Juga

"Karena anak kan belum bisa memilih acara secara tepat. Kalau saya sih tidak ajari anak menonton dia (Saipul Jamil). Apa poinnya nonton acara yang ada dia?" ujar Ratih saat dihubungi Republika, Senin (6/9).

Ia mempertanyakan manfaat menonton acara yang mengundang mantan suami Dewi Persik itu. Menurutnya, lebih baik melihat acara lain tapi tetap mendampingi buah hati.  Artinya, ia meminta yang perlu dijaga adalah tontonan anak-anak. Namun, ortu yang punya kendali atas remote tv miliknya.

 

Kendati demikian, ia menyadari edukasi seperti ini belum sampai ke seluruh lapisan masyarakat dan tidak semua orang peka bahwa ada hal-hal yang perlu dipelajari. Sehingga, ketika terlanjur menonton penyanyi dangdut itu, ia meminta orang tua perlu memberikan penjelasan.

Misalnya, bila anak tiba-tiba bertanya mengenai pelecehan seksual yang notabene pernah dilakukan Saipul Jamil. Hal itu perlu orangtua antisipasi.

Menurutnya, tindakan pelecehan seksual tak hanya memegang bagian sensitif seperti bokong melainkan juga ketika anak tak mau anggota tubuhnya dipegang tapi tetap dipaksa maka itu disebut pelecehan. Pelecehan seksual pun tak selamanya terjadi di tempat sepi dan pelakunya mengendap-endap.

"Jadi, ajarkan kepada anak dan jelaskan bahwa pelecehan seksual itu kalau anak tidak mau dipegang anggota tubuhnya tapi dipaksa," ujarnya.

Sebelumnya, setelah lima tahun berlalu, kasus yang pernah menjerat penyanyi dangdut, Saipul Jamil, kini kembali menjadi sorotan. Ini lantaran penyanyi dangdut berusia 41 tahun yang resmi bebas dari Lapas Cipinang pada Kamis (2/9) itu disambut meriah.

Dalam video, Saipul melambaikan tangan dari dalam mobil, wajahnya tersenyum semringah. Dia juga terlihat memakai kalung bunga di leher. Tak berhenti di situ, Saipul Jamil juga diundang di berbagai acara tv. Kemunculannya kembali di tv menuai pro kontra.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement