Rabu 01 Sep 2021 19:25 WIB

'Kalsel Punya Wisata Religi Tingkat Dunia'

Pandemi Covid-19 memengaruhi 34 juta pelaku di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno (kiri) menyerahkan cendera mata kepada Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor (kanan) saat melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Selatan, Rabu (1/9/2021).
Foto: Humas Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno (kiri) menyerahkan cendera mata kepada Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor (kanan) saat melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Selatan, Rabu (1/9/2021).

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menperekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan Kalimantan Selatan (Kalsel) memiliki destinasi wisata religi yang bertaraf dunia. Wisata yang dianggap bertaraf dunia tersebut adalah momen haul ulama karismatik yakni Guru Sekumpul atau KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari di Kabupaten Banjar.

"Ini salah satu wisata religi terbesar di dunia, baik saat haul beliau mapun ziarah ke makamnya," ujar Sandiaga saat kunjungan kerja ke Kalsel, Rabu (1/9).

Sandiaga datang disambut Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor atau lebih akrab disapa Paman Birin dan Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina, dan pejabat Pemprov Kalsel lainnya di Mahligai Pancasila. Dia menyebut Kalsel tidak hanya memiliki kekayaan sumber daya alam, keindahan alam, tapi juga memiliki daya tarik wisata religi, di mana ini bisa jadi andalan yang mendunia. 

"Ini akan kami kembangkan ke depan, karena kan wisatawan kita (Indonesia) suka sekali wisata religinya ke Kairo atau ke Istanbul, ini bisa diarahkan ke Kalsel ini," ujarnya.

Jika wisata religi di Kalsel dikemas dengan baik, maka 11 miliar dolar AS yang biasa dihabiskan wisatawan negeri ini ke luar negeri, bisa diarahkan ke Kalsel ini. "Sehingga bisa menambah kesejahteraan masyarakat Kalsel," ujarnya.

Kemenparekraf berharap Gubernur Kalsel bisa bekerja sama untuk membuat terobosan bagi kemajuan wisata nasional di Provinsi Kalsel ini. Pada masa pandemi Covid-19, pihaknya mengajak untuk meningkatkan keterampilan dan kolaborasi guna membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dia mengatakan pandemi Covid-19 memengaruhi 34 juta pelaku yang bergerak di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. "Termasuk di Kalsel ini, dapat guncang dahsyat itu, semoga ini cepat berlalu, hingga pariwisata negeri kita kembali bangkit," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement