Sabtu 14 Aug 2021 11:03 WIB

IDI: Positivity Rate di Jakarta Turun, Tetap Jaga Prokes

Saat ini positivity rate Covid-19 DKI Jakarta turun ke angka 9,9 persen.

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Nidia Zuraya
Penurunan angka positivity rate dalam beberapa pekan terakhir
Foto: Republika
Penurunan angka positivity rate dalam beberapa pekan terakhir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban mengatakan situasi saat ini positivity rate Covid-19 DKI Jakarta turun ke angka 9,9 persen dan Indonesia 32,7 persen. Namun, ia mengimbau masyarakat harus tetap hati-hati dan berperilaku sesuai protokol kesehatan (prokes).

"Situasi saat ini positivity rate Jakarta turun ke angka 9,9 persen dan Indonesia 32,7 persen. Cukup berarti dan menempatkan kita di tempat yang agak sama sebelum PPKM darurat diberlakukan. Tapi ingat tetap jaga prokes," katanya dalam cuitan di akun Twitter miliknya, Sabtu (14/8).

Kemudian, ia melanjutkan tingkat infeksi dan kematian masih tinggi. Sehingga masyarakat jangan menutup mata dan memandang jumlah kematian ini hal yang normal-normal saja. Menurutnya, kematian itu bukan sekadar angka. 

"Banyak anak-anak tidak berdosa yang kini jadi yatim piatu. Mereka adalah korban tersembunyi dari pandemi Covid-19. Sebaiknya ada program kesejahteraan dan pengasuhan untuk mereka di tiap-tiap daerah," kata dia.

Sebelumnya diketahui, Penambahan kasus positif Covid-19 harian masih melanjutkan tren penurunan. Pada Jumat (13/8) ini, dilaporkan ada 30.788 kasus baru. Grafik penambahan kasus memang terus menurun, meninggalkan titik tertingginya dengan 56.757 kasus pada 15 Juli lalu.

Kendati begitu, angka kematian akibat Covid-19 masih tercatat tinggi. Pada Jumat (13/8) dilaporkan ada 1.432 kasus kematian. Terhitung sejak 15 Juli 2021, angka kematian akibat Covid-19 selalu di atas 1.000 orang per hari. Bahkan sempat dua kali tembus 2.000 orang, pada 27 Juli dan 10 Agustus lalu.

Perihal angka kematian Covid-19 ini sempat mengundang polemik. Pemerintah mengklaim, tingginya angka kematian dalam beberapa pekan terakhir akibat terlambatnya pelaporan data dari daerah. Berdasarkan analisis data National All Record (NAR) Kemenkes, didapati pelaporan kasus kematian di daerah tidak bersifat real time dan merupakan akumulasi dari bulan-bulan sebelumnya.

Kabar baiknya, angka kesembuhan dilaporkan cukup tinggi. Pada Jumat (13/8) ini tercatat ada 42.003 orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Sejak pertengahan Juli 2021, angka kesembuhan mulai jamak dilaporkan di angka 40.000-an orang per hari. Hal ini sejalan dengan tingginya tambahan kasus Covid-19 saat itu.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement