Rabu 21 Jul 2021 17:28 WIB

Sambil Vaksinasi Pelajar, Kepala BIN Blusukan Bagi Sembako

Dosis vaksin untuk di Jawa Tengah berjumlah 3.000 dan 3000 paket sembako

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan meninjau acara vaksinasi untuk pelajar di SMP N 1 Kota Semarang dan vaksinasi kepada masyarakat secara door to door di kelurahan Tambak Rejo, Kecamatan Gayem Sari, Semarang yang digagas BIN
Foto: istimewa
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan meninjau acara vaksinasi untuk pelajar di SMP N 1 Kota Semarang dan vaksinasi kepada masyarakat secara door to door di kelurahan Tambak Rejo, Kecamatan Gayem Sari, Semarang yang digagas BIN

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG--Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan meninjau acara vaksinasi untuk pelajar di SMP N 1 Kota Semarang dan vaksinasi kepada masyarakat secara door to door di kelurahan Tambak Rejo, Kecamatan Gayem Sari, Semarang yang digagas BIN. Selain itu, Budi Gunawan juga memberikan sembako kepada warga Semarang, Jawa Tengah. 

Jendral Polisi (Purn) Budi Gunawan mengatakan, program vaksinasi pelajar merupakan arahan Presiden Joko Widodo. Vaksinasi sendiri bisa menyelamatkan diri sendiri dan keluarga. Adapun jumlah dosis vaksin untuk di Jawa Tengah berjumlah 3.000 serta paket sembako untuk warga sebanyak 3.000 yang Terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Selain bisa menyelamatkan diri sendiri, vaksinasi juga bisa menyelamatkan orang lain,” tutur Budi Gunawan di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (21/7).

Lebih lanjut, Budi Gunawan menjelaskan, dengan vaksinasi COVID-19 seseorang bisa mencapai herd immunity. Dan program vaksinasi ini merupakan akselarasi atau capaian program vaksinasi 3 juta dosis per hari dari Pemerintah.“Dengan target, kami mencapai herd immunity pada akhir tahun 2021 sebesar 70 persen,” katanya.

Budi Gunawan menambahkan, Semarang dipilih sebagai tempat terlaksananya program vaksinasi ini karena Semarang merupakan bagian dari Epicentrum, selain itu tingkat vaksinasi disini pun cukup rendah.

“Seperti yang diketahui, Jawa Tengah merupakan salah satu daerah dengan data positif tertinggi ketiga nasional, setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat,” jelasnya.

“Khusus Jateng orang yang divaksin masih rendah masih kecil sehingga bapak presiden menugasi pada BIN untuk turun agar angka-angka percepatan atau akselerasi vaksinasi di Jateng,” sambung dia.

Budi Gunawan juga meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan agar penularan COVID-19 di tanah air bisa ditekan. Serta berharap dukungan seluruh masyarakat terkait vaksinasi COVID-19.

"Kami sangat berharap untuk dukungan dari seluruh masyarakat agar upaya ikhtiar dari pemerintah ini segera bisa mewujudkan Heard Immunity Indonesia atau tingkat kekebalan Indonesia mencapai 70 persen sebagaimana syarat dari WHO," katanya.

Tidak hanya menggelar vaksinasi massal untuk pelajar dan door to door kepada masyarakat, Budi Gunawan juga membagikan 3.000 paket sembako untuk warga Semarang. Bantuan ini diberikan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak kebijakan Pemberlakukan Pembataan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. 

“Khusus di Jateng di Semarang hari ini Kami BIN melaksanakan 3000 vaksinasi hari ini di Semarang berikut pembagian 3000 paket sembako dan 3000 pake vitamin ini semua dimaksudkan untuk segera bisa paling tidak menurut mata rantai pemikiran dan memperkuat klaster rumah tangga di rumah-rumah yang padat seperti ini mengurangi risiko risiko kematian,” ucap Budi Gunawan.

Budi Gunawan juga menegaskan BIN akan terus bergerak menyasar daerah-daerah epicentrum yang belum terjamak vaksinasi COVID-19.“Kita akan melanjutkan terus (vaksinasi) karena setiap minggu kasus positif masih tinggi dan vaksin akan terus bertambah agar semua bisa divaksin,” ucapnya. 

 

Terima Kasih Dari Warga Semarang

Terpisah, salah satu warga RT01 RW08 Kelurahan Tambak Rejo, Semarang, Jawa Tengah, Pujiati mengaku sangat senang dengan kunjungan dan program vaksinasi kali ini.“Saya ucapkan terima kasih sudah dibantu untuk vaksinasi gratis, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya. Kemudian, juga lebih lebih mudah tidak mengantre, serta dapat bantuan sembako juga,” ujarnya.

Senada, salah satu warga penerima bantuan sembako di RW 13 Kampung Tambak Lorok Semarang, Nurkhasanah mengatakan, bantuan yang diberikan sangatlah bermanfaat bagi dirinya dan keluarga.“Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Sangatlah membantu bagi saya dan warga lain di wilayah kami,” katanya.

Bantuan yang diberikan Budi bisa membantunya karena saat ini dirinya pun kesitan mencari nafkah di tengah PPKM Darurat. “Sedang PPKM, jadi usaha juga macet. Alhamdulillah dapat bantuan,” pungkasnya.

Perlu diketahui, 3.000 vaksinasi pelajar digelar di SMPN 1 Semarang dan vaksinasi masyarakat door to door dilakukan di Wilayah Tenggang Raya RT02 RW08 Kelurahan Tambak Rejo, Kecamatan Gayem Sari, Semarang. Serta, pembagian 3.000 sembako dilakukan secara simbolis di RW 13, Kampung Tambak Lorok, Kelurahan Tanjung Emas, Semarang.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement