Senin 14 Jun 2021 00:10 WIB

Polres Majalengka Amankan 22 Pelaku Pungli dan Premanisme

Mereka yang diamankan umumnya sedang meminta uang dengan dalih juru parkir

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Juru parkir (Ilustrasi)
Foto: Antara
Juru parkir (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA - Kepolisian Resor (Polres) Majalengka mengamankan 22 pelaku pungutan liar (pungli) dan premanisme di sejumlah lokasi. Tindakan ini dilakukan guna memberi rasa nyaman kepada warga sekitar.

"Penyidik masih melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap 22 orang yang diamankan," kata Kasatreskrim Polres Majalengka AKP Siswo DC Tarigan, di Majalengka, Ahad (13/6).

Baca Juga

Menurutnya, sebanyak 22 orang yang diamankan itu diduga kuat melakukan pungli dan juga premanisme di beberapa wilayah hukum Polres Majalengka. Mereka yang diamankan umumnya sedang meminta uang kepada masyarakat dengan dalih sebagai juru parkir. Namun kegiatan yang dilakukan tidak disertai surat tugas dan juga tidak memiliki tiket atau karcis parkir.

"Mereka yang kami amankan ini berprofesi sebagai juru parkir liar. Modusnya mereka meminta sejumlah uang kepada masyarakat," terang Siswo.

Ia mengatakan saat ini 22 orang yang diamankan masih dalam proses penyelidikan. Jika terbukti ada unsur pidana, maka mereka akan diproses secara hukum.

"Apabila nantinya ditemukan adanya unsur tindak pidana akan diproses secara hukum. Namun jika tidak ditemukan adanya tindak pidana, maka dilakukan pembinaan dengan membuat surat pernyataan tidak mengulangi kembali perbuatannya," ujarnya.

Kasat Binmas Polres Majalengka AKP Rudy Djunardi mengatakan pihaknya meminta kepada masyarakat yang merasa dipaksa atau terkena pungli segera melaporkan kepada Polres Majalengka.

"Diharapkan dengan dilakukannya operasi premanisme dan pungli ini, masyarakat dapat menjalankan seluruh aktivitasnya. Apabila menemukan pungutan liar oleh petugas parkir dengan cara memaksa, agar melaporkan ke Polres Majalengka atau polsek setempat atau bisa melapor melalui call centre 110," jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement