Jumat 26 Feb 2021 14:36 WIB

Pengakuan ART Bunuh Majikan Lansia di Bandung

ART pembunuh nenek 85 tahun di Bandung mengaku kesal sering dimarahi dan dipukul.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Yudha Manggala P Putra
Police line
Foto: Wikipedia
Police line

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- R (22 tahun) asisten rumah tangga menghabisi nyawa majikannya, Dewi Romlah (85 tahun) di rumahnya di Komplek Buana Cijawura Girang Regency, Sekejati, Buahbatu, Kota Bandung, Kamis (18/2). Ia menuturkan kesal sering dimarahi dan dipukul korban menggunakan tongkat.

R mengaku korban memukul kepalanya dengan tongkat beberapa kali bahkan sering didorong. Korban kembali memukulnya saat ia hendak pergi sambil memarahinya. Ia pun sempat mengutarakan keinginan pulang kampung ke majikannya.

"Waktu itu majikan saya yang duluan mukul saya, mukul kepala tiga kali. Saya masih diam, kalau udah gak suka saya bilang saya pulang kampung. Tapi saya malah dipukul lagi dan didorong pakai tongkat, saya masih diem. Saya mau pergi, dia malah marah-marah terus mukul saya lagi pakai tongkat dari belakang, saya masih diam," ujarnya, Jumat (26/2).

Ia menuturkan sempat menyatakan keberatan kepada korban yang melakukan tindak kekerasan kepadanya. Namun, korban malah melempar tongkat ke dirinya hingga akhirnya ia kesal dan memukul korban di bagian kepala.

"Saya gak niat untuk membuat dia meninggal. Jadi saya kesal, saya udah sabar, saya masih dipukul. Akhirnya saya pukul kembali kepalanya sampai tiga kali di bagian atas," katanya.

R mengungkapkan baru bekerja di rumah korban dua bulan terakhir. Sebelumnya, asisten rumah tangga yang mendampingi korban adalah Ai. Ia mengaku tidak merencanakan pemukulan terhadap korban yang berujung kematian.

Satreskrim Polrestabes Bandung mengungkap pelaku pembunuhan terhadap nenek, Dewi Romlah (85) di kediamannya di Kota Bandung, Kamis (18/2) malam. Pelaku kemudian diketahui asisten rumah tangga korban berinisial R (22 tahun).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement