Senin 08 Feb 2021 14:47 WIB

Direksi BNI Ikut Berdonor dalam Plasma BUMN untuk Indonesia

Direktur BNI Ronny Venir jadi yang paling awal donor plasma di program BUMN

Menteri BUMN RI Erick Thohir, Direktur Layanan & Jaringan BNI Ronny Venir, dan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (kiri ke kanan) pada penyelenggaraan Program Plasma BUMN di Jakarta, Senin (8 Februari 2021). Sebagai bagian dari BUMN, pegawai BNI survivor covid di seluruh Indonesia juga berkomitmen untuk menjadi pendonor plasma konvalesen dalam program Plasma BUMN Untuk Indonesia.
Foto: BNI
Menteri BUMN RI Erick Thohir, Direktur Layanan & Jaringan BNI Ronny Venir, dan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (kiri ke kanan) pada penyelenggaraan Program Plasma BUMN di Jakarta, Senin (8 Februari 2021). Sebagai bagian dari BUMN, pegawai BNI survivor covid di seluruh Indonesia juga berkomitmen untuk menjadi pendonor plasma konvalesen dalam program Plasma BUMN Untuk Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan tingkat kematian pada penderita Covid – 19. Salah satu cara yang terus digemakan oleh pemerintah saat ini adalah mengajak para penyintas Covid – 19 untuk melakukan Donor Plasma Konvalesen. Untuk itulah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI meluncurkan Program Plasma BUMN untuk Indonesia di Jakarta, Senin (8/2).

Program Plasma BUMN untuk Indonesia tersebut merupakan wujud dukungan Kementerian BUMN untuk program Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen yang dicetuskan oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin. Transfusi plasma konvalesen merupakan salah satu terapi tambahan untuk mengobati pasien Covid-19 sebagai upaya meningkatkan angka kesembuhan dan menekan angka kematian.

Dalam sambutannya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan program ini merupakan konsistensi dari Kementerian BUMN dan perusahaan BUMN dalam melawan Covid-19. “Potensi dan sumber daya BUMN sangat besar. Tersebar merata di seluruh provinsi di Indonesia dan harus menjadi garda terdepan dalam tiap kesempatan. Maka dari itu, bekerja sama dengan PMI, program ini diluncurkan untuk mendorong karyawan dan keluarga BUMN yang sudah pernah terinfeksi Covid-19 untuk menyelamatkan pasien Covid-19. Saya berharap, nantinya semua yang sudah terinfeksi dan sesuai dengan persyaratan tentunya, mau mendonorkan plasmanya untuk sesama. Kami dari BUMN akan selalu siap membantu dengan semua sumber daya yang kami miliki,” ujar Erick Thohir.

Staff Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga, yang juga adalah inisiator program Plasma BUMN Untuk Indonesia mengatakan, program ini tidak hanya berjalan pada hari ini saja, melainkan akan tetap berlangsung dan difasilitasi oleh Satuan Tugas (Satgas) BUMN dengan bekerja sama dengan PMI dan Rumah Sakit di setiap provinsi.

“Dari 1,1 juta kasus sejak awal pandemi, sekitar 900 ribu terkonfirmasi sembuh, termasuk karyawan dan keluarga BUMN didalamnya. Para penyintas ini menjadi potensi pendonor yang tentunya dapat kita gerakkan agar turut menyukseskan program donor plasma dan membantu menyelamatkan nyawa para pasien. Kementerian BUMN siap menjadi pelopor donor plasma nasional untuk mendukung program Indonesia Sehat bersama Menteri BUMN,” ujar Arya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement