Selasa 19 Jan 2021 14:45 WIB

Netti Kritisi Peta Jalan Pendidikan yang tak Masukkan PAUD

netti menilai prasekolah yang ada di Peta Jalan Pendidikan berbeda dengan PAUD

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sedang mengerjakan tugasnya
Foto: Republika/ Wihdan
Siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sedang mengerjakan tugasnya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Pusat, Netti Herawati mengkritisi peta jalan pendidikan (PJP) yang drafnya dibuat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Menurut Netti, peta jalan tersebut masih belum secara eksplisit dibahas.

"Tidak ada satu kata pun di dalam dokumen peta jalan soal pendidikan anak usia dini (PAUD). Yang ada adalah prasekolah," kata Netti, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) virtual, bersama Komisi X DPR RI, Selasa (19/1).

Netti mengatakan, substansi prasekolah dan PAUD akan berbeda. Prasekolah memiliki arti mempersiapkan anak untuk sekolah yang sering dimaknai dengan belajar membaca, menulis, menghitung (calistung). Padahal, PAUD mestinya tidak seperti itu.

"Tidak eksplisitnya PAUD di peta jalan ini, apakah menunjukkan pemerintah tidak concern dengan PAUD?" kata Netti menambahkan.

Ia menegaskan, di dalam PJP salah satu poin utamanya harus membahas mengenai pendidikan anak usia 0-4 tahun. Usia ini berdasarkan berbagai macam penelitian merupakan salah satu masa yang harus diberi perhatian karena akan berpengaruh terhadap kemampuan seseorang ketika dewasa.

Selain itu, Netti mengatakan saat ini PAUD sudah mendapatkan tempat di hati masyarakat. Jumlah anak yang masuk PAUD setiap tahunnya mengalami peningkatan. Orang tua sudah mulai menyadari bahwa PAUD adalah salah satu jenjang pendidikan yang penting.

"Jika kita lihat, usia 0 hingga 4 tahun sesungguhnya di sinilah tempatnya. Bahwa ada periode penting yang kalau tidak menjadi perhatian negara, maka kita akan kehilangan kesempatan emas," kata dia menegaskan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement