Senin 18 Jan 2021 16:41 WIB

PMI Butuh Lebih Banyak Donor Plasma Konvalesen

Dibutuhkan lima kali lipat pendonor plasma konvalesen dari yang ada saat ini.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Friska Yolandha
Petugas melmperlihatkan hasil pengambilan plasma darah atau plasma konvalesen dari pasien sembuh COVID-19, di Unit Donor Darah (UDD) PMI Banyumas, Banyumas, Jateng, Senin (7/12/2020). UDD PMI Banyumas melayani permintaan plasma konvalesen, yang digunakan untuk terapi antibodi pada proses penyembuhan pasien COVID-19 dari sejumlah wilayah termasuk DKI Jakarta, meski terkendala minimya jumlah pendonor.
Foto:

"PMI sendiri saja punya 60-an alatnya, ditambah lagi dari yang dimiliki rumah sakit besar. Jadi kapasitas kita di seluruh Indonesia ada sekitar 100 peralatan. Jadi dari segi alat itu cukup, di Jakarta saja ada enam, di Surabaya ada, Makassar ada, di seluruh Indonesia ada," kata Wapres ke-10 dan 12 RI itu.

Plasma konvalesen merupakan plasma darah yang diambil dari mantan penderita Covid-19, karena mengandung antibodi SARS-Cov-2, untuk kemudian plasma tersebut diproses agar dapat didonorkan. Terapi plasma konvalesen salah satu metode terapi tambahan yang dapat mengobati pasien Covid-19 dengan gejala berat dan kritis. 

Terapi tersebut merupakan konsep imunisasi pasif melalui donor plasma darah yang mengandung antibodi SARS-Cov-2 kepada penderita Covid-19.

 

"Jadi bukan hanya pasien Covid-19 yang kritis saja yang bisa diobati dengan plasma konvalesen ini. Justru kalau masih (gejala) permulaan itu lebih baik, jadi lebih cepat (diobati) lebih baik," ujarnya.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement