Kamis 07 Jan 2021 03:07 WIB

Balikpapan Catat Rekor Penambahan 106 Kasus Covid-19

Satgas Covid-19 Balikpapan sebut penambahan berasal dari klaster keluarga dan migas

Rapid Test Covid-19 (ilustrasi). Pemkot Balikpapan mencatat kasus positif COVID-19 terkonfirmasi 106 kasus dengan tiga kasus kematian pada Rabu (6/1) yang mana angka ini lebih tinggi tiga kali lipat dibanding sebelumnya rata-rata 30 kasus per hari.
Foto: Republika TV
Rapid Test Covid-19 (ilustrasi). Pemkot Balikpapan mencatat kasus positif COVID-19 terkonfirmasi 106 kasus dengan tiga kasus kematian pada Rabu (6/1) yang mana angka ini lebih tinggi tiga kali lipat dibanding sebelumnya rata-rata 30 kasus per hari.

REPUBLIKA.CO.ID, BALIKPAPAN -- Pemkot Balikpapan mencatat kasus positif COVID-19 terkonfirmasi 106 kasus dengan tiga kasus kematian pada Rabu (6/1) yang mana angka ini lebih tinggi tiga kali lipat dibanding sebelumnya rata-rata 30 kasus per hari.

“Seperti sudah kami perkirakan, meningkatnya kasus ini disebabkan kumpul-kumpul di masa libur Natal dan Tahun Baru,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Balikpapan yang juga juru bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Balikpapan dr Andi Sri Juliarty dalam keterangan tertulis, Rabu (6/1).

Dari 106 orang yang terpapar COVID-19 ini, 14 diantaranya tertular di lingkungan keluarganya sendiri atau klaster keluarga. Disiplin pelaksanaan protokol kesehatan yang menurun selama liburan tersebut menjadi sebab utama banyaknya jumlah yang terpapar.

Kemudian, klaster perusahaan migas juga menyumbang banyak kasus ke dalam total jumlah tersebut. Semua mereka yang terdeteksi positif ini sudah mendapat penanganan intensif di fasilitas-fasilitas kesehatan Balikpapan dan sebagianlagi menjalani isolasi mandiri.

Di sisi lain, lanjut Kadinkes Juliarty, lonjakan jumlah mereka yang positif tertular juga disebabkan semakin banyak yang menjalani swabtestmengingat layanan itu semakin mudah diakses

“Jumlah laboratorium yang banyak, harga terstandar, masyarakat Balikpapan mampu mandiri ke laboratorium yang semakin mudah diakses,” kata dr Juliarty.

Sementara itu, Kaltim terus tercatat sebagai salah satu provinsi dengan jumlah kasus terkonfirmasi positif harian tertinggi di Indonesia.

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan, kasus harian positif COVID-19 Kaltim sebanyak 375. Jumlah itu hanya di bawah Sulawesi Selatan dengan 463 kasus positif.

Kaltim juga masih yang tertinggi di Kalimantan. Daerah lain yang juga tinggi Kemudian Kalimantan Utara dengan 205 kasus positif, Kalimantan Selatan dengan 88 kasus positif dan Kalimantan Tengah dengan 66 kasus positif. Di Indonesia, tertinggi masih DKI Jakarta dengan jumlah 2.402 kasus positif, Jawa Barat dengan 1.470 kasus positif, Jawa Tengah dengan 1.023 kasus positif dan Jawa Timur dengan 845 kasus positif. 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement