Selasa 20 Oct 2020 17:45 WIB

Ikut Unjuk Rasa, Pelajar SMA Dijemput Paksa Ibunya

Demonstran itu sempat disoraki oleh pengunjuk rasa yang lain.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Teguh Firmansyah
Seorang pelajar dijemput paksa orangtuanya lantaran ikut aksi unjuk rasa bersama mahasiswa di depan Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (20/10).
Foto: Shabrina Zakaria
Seorang pelajar dijemput paksa orangtuanya lantaran ikut aksi unjuk rasa bersama mahasiswa di depan Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (20/10).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Suasana jelang akhir aksi unjuk rasa oleh Mahasiswa Pancasila (Mapancas) dan Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor, memanas. Namun uniknya, di tengah mahasiswa yang mencoba menembus paksa kawat berduri, ada seorang peserta aksi dijemput oleh ibunya.

Ibu dari pemuda yang menggunakan jaket biru putih dengan celana pendek hitam itu merangsek masuk ke tengah-tengah massa aksi. Seketika, seluruh massa aksi pun menyoraki pemuda tersebut.

Baca Juga

"Wooo dijemput emak, dijemput emak!” sorak para massa aksi.

Diketahui, pemuda tersebut rupanya bukan seorang mahasiswa. Ibu dari pemuda itu lalu menarik paksa anaknya yang tampak malu karena disoraki oleh massa aksi. Terlebih lagi, masyarakat yang menonton aksi unjuk rasa juga turut merekam aksi penjemputan paksa tersebut.

Sementara itu, Kasat Intel Polresta Bogor Kota, AKP Rezky mengungkapkan orang tua dari pemuda itu sempat menghampiri anggota kepolisian yang tengah menjaga aksi unjuk rasa sambil menangis. Wanita berkerudung tersebut mengatakan tengah mencari keberadaan anaknya.

"Ibu dari pemuda itu tadi nangis-nangis. Terus kita tanya ciri-ciri anaknya seperti apa,” ungkap Rezky, Selasa (20/10).

Kemudian, dia melanjutkan pihak kepolisian segera mencari pemuda yang dimaksud di tengah kerumunan mahasiswa yang sempat ricuh. Beruntungnya, pemuda itu segera ditemukan sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan orang tuanya.

Pemuda yang dijemput oleh orang tuanya itu ternyata seorang pelajar kelas 2 SMA dari salah satu SMA Negeri di Kota Bogor. Sore hari sekitar pukul 15.00 WIB kondisi aksi unjuk rasa sudah mulai kondusif. Para mahasiswa pun sudah membubarkan dirinya dengan damai, dan melanjutkan aksi ke gedung DPRD Kota Bogor.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement