Senin 21 Sep 2020 05:57 WIB

Pemda Kapuas Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir

Hari ini, Kalimantan Barat masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat.

Rep: Rr Laeny Sulistyawati / Red: Agus Yulianto
Suasana pemukiman dan tempat parkir kendaraan yang tergenang banjir di tepian Sungai Kapuas, Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Selasa (15/9/2020). Kota Putussibau masih terendam banjir dan mengalami pemadaman listrik serta jaringan telekomunikasi sejak Minggu (13/9/2020).
Foto: Antara/Jessica Helena Wuysang
Suasana pemukiman dan tempat parkir kendaraan yang tergenang banjir di tepian Sungai Kapuas, Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Selasa (15/9/2020). Kota Putussibau masih terendam banjir dan mengalami pemadaman listrik serta jaringan telekomunikasi sejak Minggu (13/9/2020).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar) menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari setelah wilayahnya diterjang banjir. Status tersebut ditetapkan berlangsung sejak 14 hingga 27 September 2020 dan pemerintah daerah maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memonitor kebutuhan penduduk terdampak.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati, pemerintah daerah (pemda) setempat telah melakukan kaji cepat di lapangan. 

"Selama tujuh hari ke depan, beberapa kebutuhan yang diperlukan warga terdampak mencakup kebutuhan dasar, khususnya pangan," ujarnya seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Ahad (20/9).

Dia menambahkan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB di lapangan memonitor kebutuhan mendesak lainnya suplai air bersih. Pihaknya mengeklaim sampai saat ini, suplai air dari PDAM di Kapuas Hulu belum mengalir dan masih dalam proses perbaikan. 

 

Tim TRC melaporkan bahwa bantuan logistik permakanan baik dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan dunia usaha akan segera disalurkan kepada warga terdampak. "Pantauan di lapangan, sebagian masyarakat yang terdampak mengungsi ke tempat keluarga atau pun ke tempat rumah ibadah yang lokasinya lebih tinggi," ujarnya.

Sedangkan sebagian lainnya, mereka yang tinggal di ibukota kabupaten sudah kembali ke tempat masing-masing. Kondisi secara umum pascabanjir sudah kembali pulih. Sementara ini, pihaknya mengidentifikasi lokasi terdampak banjir di 11 kecamatan yaitu Putussibau Utara, Putussibau Selatan, Bika, Kalis, Embaloh Hilir, Bunut Hilir, Jongkong, Selimabu, Suhaid, Semitau dan Silat Hilir.

"Tidak ada korban jiwa akibat banjir tersebut," katanya. Sebelumnya, banjir dipicu salah satunya intensitas hujan yang tinggi di wilayah Kalimantan Barat pada Ahad lalu (13/9). 

Dia mengutip perkiraan Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bahwa hari ini Ahad-Senin(20-21/9) wilayah Kalimantan Barat masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat. Hujan lebat tersebut dapat disertai kilat dan angin kencang. 

"Masyarakat diimbau untuk waspada dan siap siaga terhadap potensi bencana banjir, tanah longsor maupan angin kencang di wilayah dengan potensi hujan dengan intensitas tinggi. Identifikasi kondisi wilayah Anda dari potensi bahaya tersebut," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement