Jumat 18 Sep 2020 06:12 WIB

OPM Klaim Tembak Satu Personel TNI di Distrik Sugapa

Terjadi kontak senjata antara OPM dan TNI di Distrik Sugapa.

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Muhammad Hafil
OPM Klaim Tembak Satu Personel TNI di Distrik Sugapa. Foto: Ilustrasi Penembakan
Foto: Pixabay
OPM Klaim Tembak Satu Personel TNI di Distrik Sugapa. Foto: Ilustrasi Penembakan

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) mengaku bertanggungjawab atas tewasnya satu personil Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Intan Jaya, pada Kamis (17/9) waktu setempat. Juru Bicara TPN-PB Organisasi Papua Merdeka (OPM) Sebby Sambom mengatakan, tewasnya tentara Indonesia tersebut, buntut dari kontak senjata kedua pihak yang terjadi di Distrik Sugapa.

“Kami (TPN-PB OPM) menembak satu anggota TNI di Intan Jaya,” kata Sebby dalam pernyataan resmi TPN-PB OPM yang diterima Republika, di Jakarta, pada Kamis (17/9). Dikatakan Sebby, kontak senjata antara TPN-PB dengan TNI terjadi pada Kamis (17/9) sore waktu setempat, atau sekitar pukul 14:10 WIT. Saat itu, dikatakan sepasukan TNI dari Satgas Apter Koramil Hitadipa, mendapatkan serbuan dari kelompok TPN-PB Kodap VIII.

Baca Juga

“Kontak senjata (antara TPN-PB dan TNI) berlangsung selama tiga menit,” terang Sebby. Dari perang sebentar itu, satu personil TNI, yakni Serda Sahlan, terkena tembakan di bagian lengan kiri. Sebby mengatakan, kontak senjata tersebut, mendesak pasukan TNI mundur. Serda Sahlan yang tertinggal, mendapatkan bacokan di bagian wajah sebanyak dua kali. “Serda Sahlan, terkena tembakan, dan tebasan parang setelah TNI mundur,” kata Sebby.

Setelah itu, kata Sebby, militer gabungan Indonesia, berhasil mengevakuasi jenazah Serda Sahlan. “Pada pukul 15:30 (WIT), aparat militer gabungan Indonesia, telah melakukan evakuasi korban, dan tiba di puskesmas Sugapa, pada pukul 17:30,” kata Sebby. Dari kontak senjata tersebut, kata Sebby, TPN-PN OPM, berhasil merebut satu pucuk senjata laras panjang FNC, dan amunisi peluru tajam 5,56 milimeter, serta satu buah magasin.

Versi berbeda disampaikan otoritas TNI Komandan Korem 173/PVB, Brigadir Jenderal (Brigjen) Iwan Setiawan. Dikatakan dia, terkait insiden tersebut, menimbulkan dua korban jiwa. Satu personil TNI Sersan Kepala (Serka) Sahlan, dan satu korban sipil, Badawi, laki-laki 49 tahun. Kata Iwan, korban pertama, tewas karena dibacok kelompok separatis bersenjata Papua, di Bilogai, Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua.

Dan Serka Sahlan, diserang kelompok separatis Papua, saat kembali dari Distrik Sugapa, untuk mengambil logistik. Penyerangan terhadap Serka Sahlan, dikatakan terjadi sekitar satu kilometer dari Markas Koramil Persiapan Hipadipa. Serangan terhadap Serka Sahlan, pasukan separatis merampas senapan serbu organis SS1. Dikatakan, Iwan, jenazah Serka Sahlan, Jumat (18/9) akan dibawa ke Timika, untuk selanjutnya diterbangkan ke Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement