Sabtu 22 Aug 2020 17:57 WIB

Pemkot Solo Susun Konsep Simulasi Pembelajaran Tatap Muka

Simulasi pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan pada September-Oktober 2020.

Rep: Binti Sholikah/ Red: Dwi Murdaningsih
Tahun ajaran baru 2020/2021 sudah dimulai pada Senin (13/07) kemarin. Tahun ini, Hampir di seluruh wilayah Indonesia kegiatan pembelajaran diadakan tanpa tatap muka di sekolah namun dilaksanakan secara online dikarenakan wabah virus covid-19 yang belum juga reda.
Foto: istimewa
Tahun ajaran baru 2020/2021 sudah dimulai pada Senin (13/07) kemarin. Tahun ini, Hampir di seluruh wilayah Indonesia kegiatan pembelajaran diadakan tanpa tatap muka di sekolah namun dilaksanakan secara online dikarenakan wabah virus covid-19 yang belum juga reda.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo sedang menyusun konsep simulasi pembelajaran tatap muka untuk anak-anak sekolah di masa pandemi Covid-19. Pemkot memperkirakan simulasi pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan pada September-Oktober 2020.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, yang juga Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, menyatakan, Pemkot masih menyusun konsep simulasi pembelajaran tatap muka bagi anak sekolah.

Baca Juga

"Kami masih menghitungnya tatap muka formal tahun depan. Tetapi mungkin simulasi-simulasi dimulai di September atau Oktober," kata Ahyani kepada wartawan, Kamis (20/8).

Ahyani menjelaskan, teknis simulasi pembelajaran tatap muka, misalnya saja dilaksanakan separuh maupun seperempat dari jumlah murid di kelas. Menurutnya hal itu tidak menjadi persoalan, yang terpenting ada siswa yang mengikuti pembelajaran di kelas dan sisanya dari rumah.

"Jadi tidak semua tatap muka, dan tidak semua satu pelajaran tatap muka bareng," ucap dia.

Ahyani mengakui, simulasi pembelajaran tatap muka cukup sulit dilaksanakan di masa pandemi, khususnya untuk anak-anak. Sebab, simulasinya tidak hanya saat anak-anak berada di sekolah, melainkan dari rumah ke sekolah sampai kembali ke rumah harus menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Nanti kalau dari rumah ke sekolah tertib tapi nanti pulang di jalan, di warung, ya sama saja. Itu yang harus dikuatkan di situ. Kami siapkan dulu, kesiapannya kan tidak hanya dari pemerintah, guru, dan sekolah, tetapi juga orang tua murid harus benar-benar mendampingi, terutama anak-anak SD," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement