Selasa 28 Jul 2020 07:49 WIB

Pemprov DKI Dapat Pinjam Rp 12,5 Triliun, Ini Respon Wagub

APBD DKI 2020 turun dari 87 triliun menjadi Rp 47 triliun akibat pandemi Covid-19.

Rep: Eva Rianti/ Red: Erik Purnama Putra
Suasana sidang paripurna DPRD DKI Jakarta yang mendengarkan pemaparan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pada Senin (28/7).
Foto: Eva Rianti
Suasana sidang paripurna DPRD DKI Jakarta yang mendengarkan pemaparan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pada Senin (28/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau Ariza mengatakan, pinjaman dana sebesar Rp 12,5 triliun yang diberikan pemerintah pusat untuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal digunakan untuk menjalankan program prioritas yang tertunda. Hal itu karena anggaran pengeluaran belanja daerah (APBD) DKI pada tahun ini, berkurang drastis akibat pandemi Covid-19.

"Anggaran ini akan digunakan untuk program-program prioritas DKI Jakarta yang tertunda karena APBD kita yang kurang, yakni dari Rp 87 triliun menjadi Rp 47 triliun," ujar Ariza saat ditemui seusai rapat paripurna DPRD DKI Jakarta di gedung dewan Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (27/7).

Adapun, program prioritas yang dimaksud Ariza, di antaranya bidang kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur, serta penanganan banjir. Politikus Partai Gerindra tersebut menyampaikan, dengan pinjaman dana dari pemerintah pusat, Pemprov DKI bakal memastikan program prioritas tersebut dapat dilaksanakan sesuai dengan kemampuan APBD yang tersedia.

Di samping juga adanya bantuan dari pihak ketiga atau swasta lewat berbagai kerja sama membuat pembangunan di masyarakat harus dipercepat. Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta mendapatkan pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN) akibat pandemi Covid-19.

Jumlah pinjaman yang diajukan oleh Pemprov DKI sebesar Rp 12,5 triliun dengan rincian sebesar Rp 4,5 triliun untuk 2020 dan Rp 8 triliun digunakan untuk 2021.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement