Sabtu 13 Jun 2020 15:24 WIB

Tiga Maskapai Kembali Layani Penerbangan Bengkulu-Jakarta

Penerbangan komersial badara fatmawati bengkulu beroperasi normal pekan ini.

Penumpang berjalan dibandara fatmawati, Bengkulu. ilustrasi
Foto: Antara/David Muharmansyah
Penumpang berjalan dibandara fatmawati, Bengkulu. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Executive General Manager Kantor Cabang Bandara Fatmawati Soekarno, Sarosa mengatakan tiga maskapai kembali melayani rute penerbangan Bengkulu - Jakarta. Tiga maskapai itu yakni Garuda Indonesia, Citilink dan Lion Air.

Ia menjelaskan, penerbangan komersial di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu mulai beroperasi normal pada pekan ini. Pada Mei lalu dibatasi hanya satu penerbangan dalam satu bulan.

Baca Juga

Pembukaan kembali penerbangan domestik ini seiring dengan kebijakan Kementerian Perhubungan yang melonggarkan larangan terbang di tengah pandemi COVID-19.

"Saat ini penerbangan mulai aktif kembali dan ada tiga maskapai yang sudah melayani penerbangan yaitu Garuda, Lion dan Citilink," ucapnya di Bengkulu, Sabtu (13/6).

Kendati demikian, kata dia, ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi penumpang sebelum melakukan penerbangan. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran nomor 7 tim gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 nasional yang dikeluarkan 6 Juni lalu.

Persyaratan itu yakni menunjukkan hasil rapid tes yang berlaku selama tiga hari dan harus mengunduh aplikasi EHACC dan aplikasi Peduli Lindungi pada gawai masing-masing penumpang.

Terkait hal tersebut, Koordinator Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Wilayah Kerja Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu Weni Dwi Kartika menjelaskan, aplikasi itu guna memudahkan pihaknya mendeteksi penumpang ditempat tujuan.

"Jadi ada persyaratan bagi penumpang pesawat yang ingin melakukan penerbangan, syarat ini tentu untuk memastikan pengawasan dan pencegahan COVID-19," ucap dia.

Selain itu, penumpang juga diminta tiba di bandara tiga jam sebelum waktu keberangkatan. Jeda waktu ini diperlukan agar petugas memiliki banyak waktu untuk memastikan kelengkapan dokumen penumpang.

Angkasa Pura II saat ini menetapkan status operasi minimum dengan melakukan optimalisasi fasilitas dan jumlah personil sesuai dengan kebutuhan. "Pengecekan kesehatan dan kelengkapan dokumen penerbangan kita lakukan tiga jam sebelum keberangkatan," ucap Weni.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement