Selasa 09 Jun 2020 08:40 WIB

Polisi Tugas di Pasar Besar Palangka Raya Positif Covid-19

Pasar Besar merupakan salah satu klaster kasus Covid-19 di Palangka Raya.

Sejumlah warga memadati kawasan Pasar Besar di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (23/5/2020). Ilustrasi
Foto: ANTARA/Makna Zaezar
Sejumlah warga memadati kawasan Pasar Besar di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (23/5/2020). Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKA RAYA -- Satu anggota Polresta Palangka Raya, Kalimantan Tengah dinyatakan positif Covid-19. Polisi yang bertugas di Satuan Reserse Narkoba tersebut diduga terjangkit saat diperbantukan di pos polisi Pasar Besar.

"Iya benar yang bersangkutan bernama Aipda TM yang sekarang di Satuan Reserse Narkoba Polresta Palangka Raya, yang bersangkutan kini sedang menjalani perawatan oleh tim medis di rumah sakit," kata Kapolresta Palangka Raya Kombes Dwi Tunggal Jaladri, ketika dikonfirmasi Selasa (9/6).

Baca Juga

Dwi, yang pernah menjabat Kepala Bidang Hukum Polda Kalteng, menyebut anggotanya tersebut sudah empat hari mendapat penanganan medis secara protokol Covid-19. Ia berharap TM cepat sembuh dan bisa kembali berkumpul dengan sanak keluarganya.

"Yang bersangkutan sudah empat hari menjalani perawatan, doa kami semoga personel kita yang terjangkit Covid-19 segera sembuh dan dapat kembali bersama keluarganya kembali," kata dia.

Dwi mengatakan, pihaknya juga tengah mengantisipasi penularan dengan cara menelusuri kontak fisik terhadap anggota tersebut. "Semua anggota sudah kita lakukan pengecekan, baik itu kesehatannya atau kontak secara langsung terhadap personel yang positif terpapar Covid-19 untuk mengantisipasi terjadinya transmisi lokal tersebut," kata Jaladri.

Pasar Besar termasuk salah satu klaster penyebaran Covid-19 di Palangka Raya. Menurut data pada Kamis (4/6) telah ada 50 kasus positif untuk klaster tersebut.

Positif Covid-19 di Kota Palangka Raya sendiri menurut catatan Senin (8/6) sudah mencapai  153 kasus. Itu setelah ada penambahan sebanyak empat orang. Jumlah pasien sembuh sejauh ini 62 orang dan meninggal sembilan orang.

sumber : Antara/Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement