Jumat 05 Jun 2020 18:29 WIB

Akhirnya Pagelaran Budaya Kembali Digelar di Sleman

Pertunjukan budaya menjadi turut menjadi usaha penanganan Covid-19.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Agus raharjo
Pemain Wayang Orang Sriwedari mementaskan lakon Tibaning kamulyansih yang disiarkan secara daring di Gedung Wayang Orang Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Kamis (4/6/2020). Pementasan wayang orang secara daring tersebut untuk menghibur masyarakat dan melestarikan budaya Indonesia yang disesuaikan dengan protokol penanganan pandemi COVID-19
Foto: Antara/Maulana Surya
Pemain Wayang Orang Sriwedari mementaskan lakon Tibaning kamulyansih yang disiarkan secara daring di Gedung Wayang Orang Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Kamis (4/6/2020). Pementasan wayang orang secara daring tersebut untuk menghibur masyarakat dan melestarikan budaya Indonesia yang disesuaikan dengan protokol penanganan pandemi COVID-19

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman akan menampilkan lagi pertunjukan budaya khas sejak pandemi Covid-19 di Yogyakarta. Namun, pertunjukan budaya kali ini masih digelar secara daring.

Sebagai pembuka setelah vakum beberapa waktu, Dinas Kebudayaan Sleman menampilkan pertunjukan wayang orang berlakon Anoman Kembar. Gelaran wayang akan disiarkan melalui kanal YouTube dari Disbud Sleman.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Aji Wulantara menuturkan, wayang orang ini bisa disaksikan pada 6 Juni 2020 pada 20.00. Ia menekankan, kembalinya pertunjukan budaya menjadi salah satu usaha yang mereka lakukan membantu penanganan Covid-19.

Tentu, kata Aji, disadari betul usaha ini tidak terkait langsung dengan aksi penangaanan pandemi Covid-19, baik dari segi medis maupun sosial. Tapi, ini menjadi kontribusi yang diharap membantu menciptakan suasana yang kondusif.

"Di antaranya, memberikan hiburan rutin berupa atraksi budaya secara daring agar masyarakat merasa betah dan nyaman tinggal di rumah pada masa pandemi Covid-19 ini," kata Aji, Jumat (5/6).

Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk dapat mengimplementasikan beberapa pitutur luhur atau pesan moral yang baik. Yang mana, jadi modal sosial fundamental baik masyarakat Jawa maupun bangsa Indonesia.

Di antara beberapa pitutur luhur ada eling lan waspada mengamanatkan agar senantiasa menyadari yang diberikan Tuhan ke manusia pada dasarnya merupakan ujian. Tujuannya, tidak lain menempuh kehidupan yang lebih baik pada masa mendatang.

Termasuk, pandemi Covid-19 yang merupakan ujian agar manusia senantiasa bisa menjalani kehidupan dengan menekankan pola hidup bersih dan sehat. Serta, senantiasa waspadai segala kemungkinan dengan bersikap secara arif dan bijaksana.

"Dengan menekankan kepada kebaikan bersama dan bukan saling merasa egois mementingkan dirinya sendiri," ujar Aji.

Selain itu, ada tata nilai dan norma kebersamaan dan gotong royong yang selama ini menjadi modal sosial yang fundamental bagi bangsa. Karenanya, itu semua perlu dikokohkan dan ditumbuh kembangkan kembali.

"Jangan sampai dengan adanya pandemi Covid-19 ini semangat kebersamaan dan gotong royong antarwarga masyarakat justru malah melemah atau bahkan luntur." kata Aji.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi