Jumat 22 May 2020 04:15 WIB

Tenaga Kesehatan Terjangkit Covid-19 di Jatim Bertambah

Sebanyak 20 tenaga kesehatan di Jatim dari klaster baru dilaporkan positif Covid-19.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Nora Azizah
Sebanyak 20 tenaga kesehatan di Jatim dari klaster baru dilaporkan positif Covid-19 (Foto: ilustrasi Covid-19)
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Sebanyak 20 tenaga kesehatan di Jatim dari klaster baru dilaporkan positif Covid-19 (Foto: ilustrasi Covid-19)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Jumlah pasien positif Covid-19 di Jawa Timur melonjak drastis menjadi 2.993 orang. Itu setelah adanya tambahan 502 pasien terkonfirmasi positif pada Kamis (21/5). Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Kohar Hari Santoso mengungkapkan, penambahan pasien baru tersebut sebagian besar dari klaster lama.

Namun, kata dia, ada juga temuan klaster baru, yaitu dari rumah sakit. Klaster baru tersebut memiliki sekitar 20 tenaga kesehatan yang terjangkit Covid-19, mulai perawat hingga dokter.

Baca Juga

"Yang baru itu dari Nakes (tenaga kesehatan) ada positif Covid-19 20 orang. Empat di antaranya dokter, bahkan tiganya spesialis," kata Kohar di Surabaya, Kamis (21/5).

Kohar menyebutkan, para tenaga kesehatan tersebut sebenarnya tidak menangani pasien Covid-19 secara langsung. Tapi tetap menyediakan pelayanan di tempat lain. Artinya, tidak menutup kemungkinan para tenaga kesehatan tersebut tertular saat memberikan pelayanan di tempat lain tersebut.

Selain tenaga kesehatan, Dirut RS Saiful Anwar Malang ini juga menemukan adanya tambahan kelompok baru yang berasal dari beberapa perjalanan. Baik perjalanan luar negeri maupun dalam negeri. "Ada kelompok melakukan perjalanan luar negeri. Jumlahnya nggak terlalu besar tapi potensi menular ke yang lain. Di samping itu ada perjalanan luar kota," ujar Kohar.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi menambahkan, salah satu penyebab banyaknya kasus, adalah mobilitas dari penumpang udara. Berdasarkan laporan yang diperoleh, pergerakan penumpang di Bandara Juanda naik terus dari hari ke hari. Baik yang datang maupun berangkat dari Jawa Timur.

"Per hari bisa 1400-1500 penumpang, walaupun sudah dilakukan skrining, tapi ini juga bagian dari faktor yang bisa menaikkan jumlah kasus Covid-19 di Jatim," kata Joni.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement