Selasa 19 May 2020 20:22 WIB

Enam Orang Reaktif Rapid Test di Pasar Kemlagi Mojokerto

Ada 500 orang yang diperiksa melalui rapid test di pasar tradisional Kemlagi.

Petugas Gugus Tugas Penanganan COVID-19 melakukan rapid test.
Foto: ANTARA/ anis efizudin
Petugas Gugus Tugas Penanganan COVID-19 melakukan rapid test.

REPUBLIKA.CO.ID, MOJOKERTO -- Sebanyak enam orang menunjukkan hasil reaktif ketika dilakukan uji cepat Covid-19 di pasar tradisional Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (19/5). Bupati Mojokerto Pungkasiadi di Mojokerto, mengatakan ada 500 orang yang diperiksa, dimana 494 orang dinyatakan nonreaktif, serta 6 lainnya menunjukkan hasil reaktif.

"Ada enam orang menunjukkan hasil reaktif," katanya di sela pemeriksaan Covid-19 di Mojokerto.

Ia mengemukakan untuk enam orang dengan hasil reaktif ini, langsung mendapat penanganan dari Dinas Kesehatan, dikumpulkan di PKM dan diberangkatkan ke Rumah Sakit dr. Soekandar, yang selanjutnya diantar ambulans.

"Kami ingin mengajak seluruh masyarakat agar tidak ragu mengikuti rapid test gratis," katanya.

Ia menjelaskan masyarakat tidak perlu takut untuk mengikuti uji cepat tersebut, karena itu dilakukan demi kesehatan bersama. "Target kami siapkan 300 rapid test, apabila ada masyarakat yang belum di-rapid, akan kami tambah kuota hingga 500. Kami sediakan 5 pos meja kesehatan," katanya.

Selain di Pasar Kemlagi, uji cepat Covid-19 itu juga dilakukan di Pasar Tradisional Kedungmaling Sooko Mojokerto. "Uji cepat ini merupakan kelanjutan tes sama yang sudah dilaksanakan beberapa hari lalu di sekitar kawasan Rolak Songo Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar," katanya.

Tercatat, kata dia, 373 orang yang di-rapid test di Pasar Kedungmaling, dengan hasil nonreaktif seluruhnya.

Turut hadir bersama dengan Bupati Pungkasiadi pada rapid test on the spot kali ini jajaran Forkopimda, antara lain Ketua DPRD Ayni Zuroh, Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto, Kapolres Mojokerto AKBP Feby D.P. Hutagalung, Kajari Kabupaten Mojokerto Hari Wahyudi, Sekdakab Mojokerto Herry Suwito, serta organisasi perangkat daerah.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement