Sabtu 25 Apr 2020 05:25 WIB

7 Warga Temanggung Peserta Ijtima Gowa Positif Covid-19

Ada 86 warga Temanggung yang menjadi peserta ijtima ulama Gowa, Sulawesi Selatan.

Red: Nur Aini
Petugas Gugus Tugas Penanganan COVID-1 berjalan di komplek Balai Latihan Kerja (BLK) Maron, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (21/4/2020). Lokasi tersebut dijadikan tempat karantina bagi 22 jemaah tabligh peserta Ijtima di Gowa, Sulawesi Selatan yang dinyatakan positif setelah menjalani rapid test
Foto: ANTARA/anis efizudin
Petugas Gugus Tugas Penanganan COVID-1 berjalan di komplek Balai Latihan Kerja (BLK) Maron, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (21/4/2020). Lokasi tersebut dijadikan tempat karantina bagi 22 jemaah tabligh peserta Ijtima di Gowa, Sulawesi Selatan yang dinyatakan positif setelah menjalani rapid test

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG -- Dari 86 orang warga Kabupaten Temanggung peserta ijtima ulama Gowa Sulawesi Selatan, tujuh orang di antaranya dinyatakan positif Covid-19.

Ada 22 orang yang menjalani karantina di Asrama Balai Latihan Kerja Kabupaten Temanggung pada Senin (20/4) setelah hasil tes cepat mereka reaktif. Kemudian dilakukan swab dan tujuh di antaranya positif Covid-19.

Baca Juga

Dari ketujuh orang tersebut 2 orang dirujuk ke RSUD Kabupaten Temanggung karena kondisinya sakit dan 5 orang masih dikarantina di BLK dengan kondisi yang sangat baik.

"Selanjutnya 15 orang lainnya, informasi dari gugus tugas yang ada di lapangan karena mereka orang tanpa gejala (OTG) dan kondisinya baik semuanya karantina di rumah," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Temanggung Gotri Wijianto, Jumat (24/4).

Bupati Temanggung M. Al Khadziq mengatakan dari kasus positif Covid-19 dari sejumlah warga peserta ijtima ulama di Gowa tersebut sudah menular ke anaknya yang berumur 7 tahun.

"Jadi penularan dari bapak kepada anaknya yang tinggal dalam satu rumah, hal ini menandai kasus pertama di Kabupaten Temanggung terjadinya transmisi lokal virus corona," katanya.

Ia menuturkan sekarang anak tersebut sudah dibawa ke RSUD Temanggung beserta ibunya sekalian karena tinggal dalam satu rumah dan dia masih anak kecil tidak bisa kalau dirawat sendirian maka harus ada yang mendampingi.

"Dinas kesehatan hingga kini terus melakukan tes cepat terhadap kontak dekat klaster Gowa ini, semoga hasilnya tidak bertambah," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement