Senin 06 Apr 2020 22:14 WIB

Ekonomi Lesu, 3.000 Pekerja Semarang 'Dirumahkan'

Ribuan pekerja yang dirumahkan berasal dari berbagai sektor usaha.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menyebutkan, sekitar 3.000 pekerja dari berbagai sektor usaha di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut harus 'dirumahkan' (Foto: ilustrasi pekerja)
Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menyebutkan, sekitar 3.000 pekerja dari berbagai sektor usaha di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut harus 'dirumahkan' (Foto: ilustrasi pekerja)

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menyebutkan, sekitar 3.000 pekerja dari berbagai sektor usaha di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut harus 'dirumahkan'. Hal ini sebagai akibat kondisi perekonomian yang lesu karena terdampak pandemik COVID-19.

"Dari catatan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi ada 2.620 buruh dari berbagai pabrik yang terpaksa dirumahkan," kata Hendrar Prihadi di Semarang, Jawa Tengah, Senin (6/4).

Baca Juga

Selain itu, kata dia, dilaporkan sekitar 400 lebih pekerja dari 11 hotel di Semarang juga terpaksa dirumahkan. Menurutnya, hampir seluruh lini dunia usaha lesu akibat wabah Virus Corona.

Kondisi tersebut, lanjut dia, juga dialami oleh pengemudi ojek daring yang sepi penumpang dan pedagang kaki lima yang mengalami sepi pembeli. Oleh karena itu, kata dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sudah menyiapkan upaya antisipasi untuk menangani dampak kesehatan maupun ekonomi akibat pandemi COVID-19 itu.

Menurut dia, upaya penyemprotan disinfektan terus dilakukan, termasuk penyediaan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis. Di sisi ekonomi, kata dia, pemkot siap menyalurkan bantuan bahan kebutuhan pokok bagj masyarakat terdampak COVID-19 ini.

Namun yang terpenting dalam upaya memutus rantai penyebaran COVID-19. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap di rumah.

"Tetap di rumah. Corona ini jangan disepelekan karena sebarannya semakin naik," katanya.

Hingga Senin (6/4) tercatat 57 pasien positif Corona yang masih dirawat, 15 pasien positif meninggal dunia, dan enam orang sudah dinyatakan sembuh.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement