Rabu 25 Mar 2020 21:35 WIB

Bupati: Satu Keluarga di Magetan Positif Terpapar Corona

Bupati Magetan mengatakan enam orang yang merupakan satu keluarga positif corona.

Virus corona (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
Virus corona (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bupati Magetan Suprawoto mengatakan, enam dari delapan pasien yang terkonfirmasi positif terpapar virus corona atau Covid-19 di wilayahnya, merupakan satu keluarga. Keenam pasien tersebut, juga masih satu keluarga dengan pasien positif corona yang telah meninggal dunia di RSUD dr Moewardi, Solo, Jawa Tengah.

"Ada delapan warga Magetan yang positif virus corona. Dua adalah pasangan suami istri, sedangkan enam lainnya merupakan satu keluarga," ujar Bupati Suprawoto saat menggelar konferensi pers di Magetan, Rabu (25/3).

Baca Juga

Suprawoto menjelaskan, enam orang satu keluarga ini merupakan keluarga dari pasien pria positif corona yang meninggal di RSUD dr Moewardi Solo dan dimakamkan di Magetan. keenamnya adalah istri dari pasien positif corona yang meninggal di Solo, kemudian anak, menantu, dan tiga cucunya.

Sedangkan dua pasien lainnya adalah pasangan suami istri yang merupakan teman almarhum pasien positif corona meninggal di Solo. Mereka sama-sama ikut sebagai peserta seminar di Bogor.

"Mereka dipantau oleh tim medis Dinkes Magetan. Kenapa baru muncul positif sekarang, sebab hasil uji ulang spesimennya juga baru kami terima dari laboratorium Kemenkes," kata Bupati.

Saat ini kedelapan warga Magetan yang dinyatakan positif corona sedang menjalani perawatan isolasi di RSUD dr Soedono Madiun. Secara umum, kondisi semuanya terpantau baik dan stabil. Suprawoto menambahkan sesuai data Pemprov Jatim, selain delapan orang dinyatakan positif corona, terdapat tujuh warga Magetan yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Tujuh pasien status PDP tersebut juga telah diisolasi di RSUD dr Soedono Madiun.

Ia mengimbau warga Magetan untuk tidak panik dengan bertambahnya jumlah warga yang positif terpapar virus corona. Warga diminta mematuhi anjuran pemerintah untuk belajar, bekerja, dan beribadah di rumah, serta melakukan physical distancing atau menjaga jarak.

"Kami imbau jangan panik, namun tetap waspada dan selalu jaga kesehatan. Dukung pemerintah melawan corona dengan tidak keluar rumah," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement