Senin 24 Feb 2020 21:37 WIB

Bantul Larang Kegiatan Pramuka yang Bahayakan Nyawa Siswa

Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul larang kegiatan yang bahayakan nyawa siswa.

Pramuka (ilustrasi)
Foto: dok. Republika
Pramuka (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,  BANTUL -- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengeluarkan surat edaran larangan melakukan kegiatan pramuka dan semacamnya yang berpotensi membahayakan nyawa siswa. Hal itu terkait insiden hanyutnya siswa-siswi SMPN 1 Turi, Sleman, saat melakukan kegiatan susur sungai.

"Hari ini surat-surat tersebut sudah beredar ke seluruh sekolah. Isinya adalah larangan kegiatan Pramuka susur sungai dan semacamnya yang berpotensi berisiko membahayakan nyawa siswa," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Isdarmoko di Bantul, Senin (24/2).

Baca Juga

Isdarmoko mengatakan, larangan hanya berlaku bagi kegiatan susur sungai dan kegiatan yang berisiko, sementara untuk kegiatan-kegiatan Pramuka yang sifatnya tidak membahayakan nyawa siswa seperti tali-temali di lapangan ataupun di lingkungan sekolah diperbolehkan dengan izin terlebih dulu. "Jadi kalau ada kegiatan yang sifatnya outbound harus mengantongi izin terlebih dulu dari kami, dan juga harus jelas semua rundown kegiatan tersebut," katanya.

Isdarmokon mengatakan, jika masih ada pihak sekolah yang tetap melakukan kegiatan pramuka jenis outbound tanpa mengantongi surat izin dari organisasi perangkat daerah (OPD)-nya, maka pihaknya akan memberikan sanksi berat.

"Fungsinya larangan ini untuk menghindari kegiatan yang berpotensi menimbulkan korban, jadi kalau cuma kegiatan kemah-kemah seperti Persami masih kita perbolehkan da harus ada izinnya," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Bantul Totok Sudarto mengatakan, bahwa kejadian yang menimpa para siswa SMPN Turi saat susur sungai menjadi evaluasi bersama, agar melakukan managemen risiko kegiatan kepramukaan, sehingga tidak bedampak buruk.

"Kalau ada kegiatan di luar sekolah sebaiknya mempertimbangkan matang-matang dan mengantisipasi sebaik mungkin dengan stakeholder yang ada," kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Dasar Bantul ini.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement