Rabu 19 Feb 2020 17:26 WIB

Wapres Tegur Gubernur NTB karena Tingginya Angka Kemiskinan

Tingkat kemiskinan di NTB masih mencapai 14 persen, jauh di atas nasional 9 persen.

Wakil Presiden Ma
Foto: Antara/Ahmad Subaidi
Wakil Presiden Ma

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Wakil Presiden Ma’ruf Amin menegur Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah terkait masih tingginya angka kekerdilan pada anak dan kemiskinan di daerah tersebut. Persentasenya bahkan di atas angka rata-rata nasional.

“Pak Gubernur, NTB ini masih di atas angka kemiskinan nasional. Jadi kalau nasional itu 9 persen, ternyata di NTB masih 14 persen. Padahal harus kita turunkan sampai 6 persen. Jadi memang harus ada upaya serius,” kata Wapres di hadapan Zulkieflimansyah di Universitas Mataram, NTB, Rabu.

Baca Juga

Sementara itu terkait angka kekerdilan pada anak, Wapres mencatat NTB juga masih tinggi hingga mencapai 33 persen. Sedangkan rata-rata angka balita stunting nasional saat ini mendapai 27,67 persen.

“Ternyata stunting di NTB masih di atas angka nasional, 33 persen lebih. Oleh karena itu harus kita tekan, jangan sampai anak-anak kita menjadi anak-anak yang terkena stunting, anak-anak yang kerdil, yang tidak tumbuh dengan semestinya,” tegas Wapres.

Oleh karena itu, Wapres meminta keseriusan Pemerintah Provinsi NTB dalam mengatasi kemiskinan dan stunting, supaya target penurunan nasional terhadap dua persoalan itu dapat segera tercapai.

“Saya ingin mengingatkan saja, bahwa selain menangkal radikalisme, kita juga punya tugas untuk menurunkan angka kemiskinan dan stunting, serta mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM),” ujarnya.

Wapres Ma’ruf Amin melakukan kunjungan kerja ke NTB pada Rabu-Kamis (20/2), untuk memberikan kuliah umum di Universitas Mataram dan meninjau pengembangan rekonstruksi pascabencana gempa bumi di Lombok.

Pada Kamis, Wapres dijadwalkan meninjau proyek-proyek wisata Mandalika, pengembangan UMKM, penanggulangan stunting dan terakhir peresmian Bank Wakaf Ahmad Taqiudin Mansur Atqia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement