Kamis 13 Feb 2020 11:11 WIB

Dinsos Depok Beri Pelatihan Kerajinan Tangan ke Lansia

Para lansia difasilitasi perlengkapan latihan, konsumsi, dan sertifikat.

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Agus Yulianto
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok memberikan pelatihan kerajinan tangan ke para Lanjut Usia (Lansia) yang digelar di Lembaga Kursus dan Pelatihan Putri Ayu, selama tiga hari, 12-14 Februari 2020.
Foto: Dok. Dinsos Depok
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok memberikan pelatihan kerajinan tangan ke para Lanjut Usia (Lansia) yang digelar di Lembaga Kursus dan Pelatihan Putri Ayu, selama tiga hari, 12-14 Februari 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok memberikan pelatihan kerajinan tangan ke para Lanjut Usia (Lansia) yang digelar di Lembaga Kursus dan Pelatihan Putri Ayu, selama tiga hari, 12-14 Februari 2020. Tercatat ada 20 warga Lansia yang ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok Eneng Sugiarti mengatakan, pelatihan untuk lansia merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap tahun. Dengan tujuan meningkatkan produktivitas Lansia di usai senja.

"Kami memilih jenis pelatihan yang sesuai dengan mereka yakni pelatihan yang produktif berskala ringan, tidak telalu berat. Seperti, cara pembuatan tudung saji, hiasan toples dan bros," ujar Eneng di acara pelatihan tersebut di Lembaga Kursus dan Pelatihan Putri Ayu, Sukmajaya, Kota Depok, Kamis (13/2). 

Dia menambahkan, dalam pelatihan tersebut, para lansia difasilitasi perlengkapan latihan, konsumsi, dan sertifikat. Setelah pelatihan, mereka juga akan tetap dipantau agar keahlian yang diperoleh dapat diterapkan.

"Kami ingin setelah dari pelatihan ini, mereka memiliki aktivitas yang produktif sehingga bisa tetap sehat, baik fisik maupun psikologisnya," terang Eneng.

Salah satu peserta, Siti Nurjanah (69 tahun), Warga RW 10, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya mengungkapkan, kegiatan yang diberikan sangat bermanfaat. Sebab, pelatihan ini membuat dirinya menjadi lebih produktif.

"Ini bisa bernilai ekonomi, bisa juga bernilai edukasi. Saya bisa mengajarkan kembali kepada teman-teman yang lain dari materi yang diberikan. Kebetulan saya aktif juga di TP PKK," tuturnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement