Jumat 03 Jan 2020 04:10 WIB

Banjir Bikin Bufet Rp 3 Juta Siti Jadi Rongsokan

Rumah Siti di Kemang sudah jadi langganan banjir.

Banjir Bikin Bufet Rp 3 Juta Siti Jadi Rongsokan. Relawan mengevakuasi warga saat banjir menggenangi Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Rabu (1/1/2020).
Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Banjir Bikin Bufet Rp 3 Juta Siti Jadi Rongsokan. Relawan mengevakuasi warga saat banjir menggenangi Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Rabu (1/1/2020).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Siti (56 tahun) terpaksa membuang bufet televisi senilai Rp 3 juta miliknya setelah rusak terendam banjir di Jalan Kemang Selatan X A Kelurahan Bangka, Jakarta Selatan.

"Mau diapakan lagi udah rusak begitu tidak bisa diselamatkan, ya terpaksa diikhlaskan," kata Siti saat ditemui di tempat tinggalnya, Kamis (2/1).

Baca Juga

Bufet berbahan kayu dengan panjang kurang lebih dua meter itu terdiri atas tiga kabinet dan sejumlah laci itu dikeluarkan dari rumahnya dengan kondisi sudah terkelupas bagian bawahnya. Butuh tiga orang laki-laki untuk mengangkat bufet televisi tersebut dari dalam rumah Siti. Barang itu lalu ditumpuk bersama perabotan lainnya yang sudah jadi rongsokan akibat banjir.

Tidak hanya bufet yang rusak, televisi, mesin cuci, lemari es, sepeda motor, hingga kasur dan tempat tidur ikut mengambang direndam banjir. "Gimana nggak kerendam, airnya setinggi atap. Saya aja keluar dari rumah sambil berenang," kata Siti yang sudah tinggal selama 25 tahun di wilayah tersebut.

Lokasi rumah Siti sudah jadi langganan banjir karena berbatasan langsung dengan Kali Krukut yang berada di belakang rumah warga. Kali Krukut meluap setelah diguyur hujan dari Selasa (31/12) malam hingga hari pertama tahun baru 2020.

photo
Kurir pengantar makanan melintasi Jalan Kemang Raya yang terendam banjir Jakarta Selatan, Rabu (1/1/2020).

Banjir merendam rumah warga setinggi hampir dua meter. Namun, sejak Kamis siang pukul 12.30 WIB banjir berangsur surut hingga warga memanfaatkan untuk membersihkan rumah.

Siti tidak mau menghitung berapa kerugian yang dialaminya akibat banjir, tapi banjir sudah jadi hal biasa untuknya. "Duh kalau dihitung-hitung nggak keitung, tapi mau bagaimana lagi, namanya juga musibah," kata Siti.

Banjir juga merendam CD dan piringan hitam koleksi anaknya. Walau sudah direndam banjir sedahsyat itu, Siti dan warga lainnya bersuka cita membersihkan rumahnya dari sisa-sisa banjir yang membawa material lumpur ke dalam rumah.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement