Jumat 03 Jan 2020 00:11 WIB

Menko PMK: Banjir Tahun Baru Siklus 25 Tahunan

Muhadjir apresiasi petugas yang kosongkan pintu air dari sampah cegah banjir susulan.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ani Nursalikah
Menko PMK Muhadjir Effendy dan Kepala BNPB Doni Munardo menyambangi pintu air Manggarai, Jakarta, Kamis (2/1).
Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Menko PMK Muhadjir Effendy dan Kepala BNPB Doni Munardo menyambangi pintu air Manggarai, Jakarta, Kamis (2/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menilai banjir besar yang terjadi kemarin merupakan siklus 25 tahunan. Peristiwa itu terjadi saat perayaan pergantian tahun sehingga banyak warga yang lengah.

"Karena itu, ini pelajaran berharga untuk kita semua ketika kita sedang bergembira, sedang bersuka ria, jangan lupa, mungkin bala siap mengintai kita," ujarnya saat meninjau langsung pintu air Manggarai, Jakarta, Kamis sore (2/12).

Baca Juga

Muhadjir mengapresiasi sikap tanggap petugas yang mengosongkan pintu air dari sampah untuk mencegah banjir susulan. "Mudah-mudahan dalam waktu tidak lama nanti akan segera bisa habis airnya, dan hari ini tadi dilapori ini akan dikosongkan penuh untuk mengantisipasi banjir susulan," katanya.

Muhadjir didampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo. "Ya kita tidak ingin kejadian hujan ekstrem seperti yang terjadi kemarin tapi kita tidak boleh memandang remeh. Apalagi dengan kemarau yang panjang ini biasanya juga diikuti dengan curah hujan yang sangat ekstrem," kata Muhadjir.

Kedatangan Muhadjir dan Doni disambut Kepala bidang Sungai dan Pantai Zistem Aliran Tengah SDA Jakarta Ika Agustin Ningrum. Kepala BNPB Doni Monardo juga mengapresiasi petugas yang tengah mengeruk sampah di sekitaran pintu air Manggarai. Dirinya juga mengingatkan agar peralatan yang digunakan memenuhi standar.

"Seperti tadi sudah dilaporkan oleh Bu Ika itu ada tiga unit eskavator, dan ada 15  unit dum truk yang setiap saat bisa membawa material sampah ke daerah pembuangan akhir," ucap Doni.

photo

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement