Rabu 01 Jan 2020 14:26 WIB

Lebih dari 50 Wilayah di Kota Bekasi Terendam Banjir

BPBD menyebutkan 10 dari 12 kecamatan Kota Bekasi terendam banjir

Rep: Febryan A/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Banjir di jalan Bintara Raya, Bekasi Barat, memutus akses jalan dari Pondok Kopi, Jakarta Timur menuju Kranji, Bekasi Barat, Rabu (1/1).
Foto: Republika/Israr Itah
Banjir di jalan Bintara Raya, Bekasi Barat, memutus akses jalan dari Pondok Kopi, Jakarta Timur menuju Kranji, Bekasi Barat, Rabu (1/1).

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat, banjir melanda lebih dari 50 wilayah di Kota Bekasi sejak Rabu (1/1) pagi. Semua wilayah terendam banjir itu berada di 10 kecamatan. Artinya hampir semua kecamatan dilanda banjir lantaran di Kota Bekasi hanya terdapat 12 kecamatan.

"Akibat Hujan yang mengguyur Kota Bekasi dari tanggal 31 Desember 2019 pukul 16.00 WIB hingga tanggal 01 Januari 2020 serta kiriman air dari sungai Cileungsi dan Cikeas, beberapa wilayah kota bekasi terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi," kata Wakasatgas BPBD Kota Bekasi Karsono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/1).

Baca Juga

Berdasarkan catatan BPBD Kota Bekasi hingga pukul 11.17 WIB, untuk kecamatan Jatiasih terdapat lima wilayah yang terendam banjir. Yakni, Perumahan Dosen IKIP dengan ketinggian air sekitar dua meter, Perum Nasio (1,5 m), dan Perumahan PGP (40 cm). Lalu wilayah Perumahan Villa Jatirasa (30 cm) serta Perumahan Cahaya Kemang Permai (1 m).

Untuk Kecamatan Bekasi Barat banjir melanda 11 wilayah. Ini merupakan kecamatan dengan titik banjir terbanyak. Adapun banjir merendam wilayah Kota Baru (1 m), Villa Jaka Permai (1 m) dan Komplek Depnaker (60 cm). Lalu Perumahan 1 Jalan Wijaya (1,5 m), Duta Kranji (1,5 m) dan Jalan Bintara (50 cm).

Ditambah wilayah Komplek Pondok Cina (60 cm), Bougenville (1,5 m), dan Jatiluhur Raya (1,5 m). Selain itu banjir juga melanda Komplek Mas Naga (1 m) dan Grand Prima Bintara (50 cm).

Untuk Kecamatan Bekasi Timur terdapat 7 wilayah. Yakni wilayah Margahayu di Jalan Mawar (2 m), Duren Jaya di Kigasi Danita (1,5), dan Perum Duren Jaya (2 m). Selanjutnya Perumahan 3 (1 m), Perumahan Margahayu (50 cm), dan Duren Jaya RT 02,03,06/RW 01 (1,5). Ditambah Patal Bekasi Jaya di Jalan Kalimaya (1 m).

Sedangkan di Kecamatan Bekasi Utara terdapat tiga titik banjir. Yakni wilayah Teluk Pucuk RT 06,07/RW 02 (1,5 m), Villa Mas Indah (1,5 m) dan Kelurahan Marga Mulya RW 07,08,09 (50 cm - 3 m).

Selanjutnya banjir juga melanda Kecamatan Medan Satria di empat titik. Yakni, wilayah Harapan Mulya (1,5 m), PUP (1 m), dan Komplek Seroja (60 cm). Ditambah wilayah Kavling BRI (1,5 m).

Untuk Kecamatan Bekasi Selatan terdapat delapan wilayah. Yakni Pekayon Indah (1 m), Komplek Kejaksaan (1 m), dan wilayah Cikas (1 m). Lalu Perumahan Pondok Surya ( 70 cm), Perumahan Bumi Satria Kencana (1 m), dan Pondok Timur Mas (1 m). Ditambah Komplek Griya Metropolitan (1,3 m) dan wilayah Margajaya di Belakang Giant Mall Bekasi (1,3 m).

Kecamatan Pondok Gede terdapat enam wilayah. Yakni, Perumahan JBB (1 m), wilayah Jatimakmur (60 cm), dan Komplek AL Jatibening (1 m). Selanjutnya wilayah Prima Lingkar Asri (1 m), Perum Duta Indah (1 m) dan wilayah Jati Cempaka (1-3 m).

Kecamatan Mustika Jaya tedapat empat wilayah. Perumahan Alamanda 2 (1 m), Perumahan Mayang Pratama (1,5 m), dan Perumahan PTI (60 cm) serta MGT (1 m).

Selanjutnya ada Kecamatan Bantargebang dengan titik banjir paling sedikit, hanya dua wilayah. Yakni di Komplek P & K (1 m) dan Pangkalan 1a (1m).

BPBD Kota Bekasi juga menetapkan wilayah Perumahan Pondok Gede Permai (PGP), Jatiasih, berstatus siaga 1 banjir. Sebab wilayah itu berada di tepian Kali Bekasi.

Kali Bekasi merupakan sungai yang aliran airnya datang dari Bogor, yakni lewat Sungai Cikeas dan Sungai Cikeas. Titik pertemuan Cileungsi Cikeas (P2C) berdasarkan catatan BPBD saat ini sudah mencapai 700 cm. Padahal, batas amannya adalah 300 cm.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement